Dalam sebuah penelitian yang dipresentasikan dalam Radiological Society of North America (RSNA), ilmuwan dari Universitas Yeshiva menunjukkan kemampuan radioimmunotherapy (RIT) untuk menghancurkan sel yang terinfeksi HIV yang diambil dari sampel darah pasien yang telah diobati dengan terapi antiretroviral.
Menurut penulis studi tersebut, sementara perawatan seperti terapi antiretroviral (ART) telah terbukti efektif dalam membantu pasien positif HIV mengelola penyakit mereka, tetapi tidak membunuh semua sel yang terinfeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap strategi untuk menyembuhkan infeksi HIV harus mencakup metode untuk menghilangkan sel-sel virus yang terinfeksi," ungkap Ekaterina.
Para peneliti mengatakan bahwa RIT memberikan ledakan radiasi sitotoksik, yang berhasil membersihkan infeksi HIV dari sampel darah dari 15 pasien yang terinfeksi HIV. Digunakan dalam kombinasi dengan terapi antiretroviral, dan penulis penelitian percaya bahwa suatu saat itu bisa berhasil menyembuhkan pasien dari HIV.
(up/up)










































