Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (Food and Drug Administration atau FDA) telah menyetujui obat Xiaflex untuk mengobati penyakit Peyronie, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan kelengkungan atau bengkok di penis, yang dapat membuat sulit bagi pria untuk mencapai ereksi atau membuat ereksi terasa sangat menyakitkan.
Kelengkungan ini disebabkan oleh jaringan parut di bawah kulit penis yang dirasakan sebagai benjolan, yang dapat terjadi setelah cedera pada penis, seperti pembuluh darah yang pecah yang terjadi saat berhubungan seks atau kegiatan atletik, menurut Mayo Clinic.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini beberapa obat telah digunakan untuk mengobati penyakit Peyronie, tapi tidak ada obat yang benar-benar khusus ditujukan untuk pria penderita penis bengkok. Xiaflex adalah obat pertama yang disetujui secara khusus untuk tujuan mengobati penyakit Peyronie.
"Persetujuan hari ini memperluas pilihan pengobatan yang tersedia untuk pria yang mengalami penyakit Peyronie," Dr Audrey Gassman, wakil direktur Divisi Tulang, Reproduksi dan Urologi di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA, seperti dilansir Livescience, Senin (9/12/2013).
Xiaflex adalah obat untuk pria yang memiliki benjolan di penis yang menyebabkan kelengkungan minimal 30 derajat pada ereksi. Xiaflex memecah jaringan ikat yang menyebabkan deformitas.
FDA melakukan persetujuan berdasarkan dua kali pengujian, yakni percobaan dikontrol pada 832 pria dengan penyakit Peyronie yang diikuti selama satu tahun. Obat ini secara signifikan mengurangi kelengkungan penis dan gejala dibandingkan dengan plasebo.
"Efek samping yang paling umum dari obat itu adalah hematoma penis (kumpulan darah di bawah kulit), pembengkakan penis dan nyeri penis. Obat ini juga dapat memiliki efek samping yang serius, termasuk fraktur penis. Untuk alasan ini, dokter harus menjalani sertifikasi sebelum mereka dapat meresepkan obat ini," jelas FDA.
(mer/)










































