Studi: Ini Sebabnya Parfum yang Sama Tercium Berbeda Pada Orang Lain

Studi: Ini Sebabnya Parfum yang Sama Tercium Berbeda Pada Orang Lain

Ajeng A Kinanti, Muamaroh Husnantiya - detikHealth
Selasa, 10 Des 2013 09:45 WIB
Studi: Ini Sebabnya Parfum yang Sama Tercium Berbeda Pada Orang Lain
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Pernahkah Anda mencium parfum orang lain dan merasa aroma yang Anda hirup berbeda dengan yang ia rasakan? Ya, hal ini sangat wajar. Merupakan suatu proses yang unik, sebuah studi terbaru mengungkapkan apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Tak hanya aroma parfum, aroma lain seperti sepotong keju atau segelas minuman juga tercium berbeda pada setiap orang. Ilmuwan dari AS menemukan bahwa wajar jika setiap manusia memiliki sensasi penciuman dalam cara yang sama sekali berbeda.

Studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience ini mengungkapkan bahwa 30 persen dari reseptor penciuman berbeda-beda pada setiap orang. Setiap reseptor tunggal ini sendiri diketahui dapat mengubah cara orang dalam mencium suatu aroma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada beberapa benda bahkan ada perbedaan besar antara apa yang Anda cium dan apa yang saya cium. Jumlah variasi reseptornya adalah sekitar 30 persen pada dua individu secara acak. Itu adalah angka yang cukup tinggi," ungkap Dr Joel Mainland, seorang ahli biologi molekuler di Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, seperti dilansir Daily Mail, Selasa (10/12/2013).

Hidung manusia diketahui mengandung 400 reseptor penciuman yang berbeda dan tim Dr Mainland menemukan bahwa mengganti satu reseptor saja bisa turut mengubah sensasi penciuman yang diterima oleh seseorang.

Untuk membuktikan studi ini, para peneliti melakukan kloning pada 511 reseptor dan menanamnya dalam sel inang di laboratorium. Mereka kemudian mengukur bagaimana masing-masing reseptor menanggapi sebuah panel dari 73 bau yang berbeda.

Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi 28 cara yang berbeda pada masing-masing reseptor. Tim kemudian menggunakan rumus matematika untuk memperkirakan temuan ini dan muncul dengan hasil bahwa 140 dari 400 reseptor (atau sekitar 30 persen), dari setiap dua individu akan berbeda.

(ajg/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads