Dalam sambutannya Boediono menekankan bahwa di samping persiapan yang dilakukan oleh PT Askes, persiapan sisi pasokan (supply) yang menjadi tanggung jawab pemerintah juga penting. Pasokan ini termasuk dokter, tenaga medis, infrastruktur, obat-obatan, aturan dan persiapan pembiayaan.
"Ini aspek-aspek penting yang harus kita selesaikan. Saya minta semua kementerian dan lembaga yang bertanggung jawab di bidang kesehatan mengambil langkah-langkah dan rencana aksi yang konkrit dan cepat," tegas Boediono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baginya, meskipun pelayanan kesehatan JKN ini masih awal, tapi hal tersebut merupakan langkah besar dalam perbaikan pelayanan kesehatan di Indonesia. Sebab ini berarti seluruh warga negara bisa mendapatkan pelayanan yang baik dalam bidang kesehatan.
Satu hal lain yang menjadi perhatian Boediono yaitu masalah keamanan data. Seperti kita ketahui, sebelumnya beberapa pejabat negara sempat mengalami penyadapan. Maka baginya bukan tidak mungkin data-data seperti medical record milik seluruh warga Indonesia disadap.
"Perhatikan juga sistem security, bagaimana jika tiba-tiba datanya rusak. Saat ini kan teknologi sangat terbuka bagi para hacker. Siapkan data cadangan," pesannya.
Meskipun memerlukan teknologi tingkat tinggi dan canggih, penggunaan sistem seperti itu diyakini oleh Boediono akan bisa dilakukan oleh PT Askes.
"Sistem inilah nyawa dari seluruh program yang telah dibuat, sehingga sangat penting dari awal disiapkan. Selamat bekerja dan sukses," lanjut Boediono, yang kemudian disambut oleh riuh tepuk tangan dari seluruh pejabat dan karyawan PT Askes dalam ruangan tersebut.
(ajg/up)











































