1. Rosemary Jacobs
Rosemary Jacobs (Foto: Hotspot Media)
|
Selama 60 tahun, Rosemary Jacobs (71) yang berasal dari Amerika hidup dengan kondisi kulit ireversibel argyria. Keadaan itu membuat hidupnya tak lagi normal karena kulitnya berubah jadi berwarna perak setelah menggunakan tetes hidung.
Pensiunan guru sekolah dasar ini mulai mengalami perubahan warna kulit ketika mulai menggunakan tetes hidung yang mengandung koloid perak (CS) di usia 11 tahun. Empat tahun kemudian, ditemukan bahwa ada partikel perak di bawah kulitnya dan ia didiagnosis dengan argyria.
Argyria adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh paparan kimia dari unsur perak. Hal ini menyebabkan kulit menjadi biru atau abu-abu kebiruan dan berkembang menjadi berwarna perak karena terakumulasi dalam tubuh dari waktu ke waktu.
2. Pria 24 tahun asal China
Foto: Asia One
|
Tubuh pria ini berubah menjadi hijau karena ada infeksi parasit di hatinya berupa cacing pipih yang hidup di hati hewan. Parasit ini diduga memasuki tubuhnya karena ia mengonsumsi siput sungai setiap hari.
Setelah rutin makan siput, ia mulai mengeluh mengalami sakit perut hebat sekitar dua bulan lalu. Kulit dan bagian putih matanya pun mulai berubah menjadi hijau.
Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, tim dokter akhirnya berhasil mengatasi empat cacing hati (Fasciola hepatica) dari saluran empedunya. Dokter mengatakan bahwa empat parasit ini masing-masing memiliki panjang sekitar 10 mm, lebar 8 mm dan tebal 2 mm.
3. Brianna Minnich
Brianna Minnich (Foto: Daily Mail)
|
Gadis berumur 9 tahun dari Whitehall, Pennsylvania ini termasuk 1 dari 200 pasien di dunia yang memiliki penyakit langka Crigler-Najjar syndrome. Kondisi ini membuat kadar bilirubin dalam tubuhnya tinggi karena tidak dipecah di dalam tubuh, sehingga perlu sinar UV untuk menurunkannya.
Brianna harus menghabiskan waktu 12 jam sehari di bawah sinar ultraviolet untuk mencegah kulitnya menguning akibat penyakit hati ini. Bahkan ia pun harus tidur menggunakan lampu khusus untuk membantu bertempur melawan penyakit ini agar tidak menyebabkan kerusakan otak.
Setiap kali ia mengalami perubahan mendadak dengan suasana hati yang disebabkan oleh penyakit, cedera, stres atau bahkan berdebat dengan kakaknya bisa membuat kulit serta matanya jadi kuning.
4. Paul Karason
Paul Karason (Foto: NBC/getty images)
|
Kulit Paul mulai berubah menjadi biru sekitar 15 tahun yang lalu. Saat itu, untuk pertama kalinya Paul menggunakan obat khusus berbahan perak untuk mengatasi dermatitis atau iritasi kulit parah yang menyebar hingga ke wajahnya.
Dalam waktu yang bersamaan, Paul juga mengonsumsi koloid perak, sebuah produk berbahan partikel perak yang dimampatkan dalam bentuk cairan. Koloid ini Paul ciptakan sendiri dengan menggunakan elektrolisis.
Apa yang dialami Paul disebut dengan argyria atau gangguan akibat penggunaan suplemen diet tertentu. Pada 26 September lalu, Paul Karason meninggal dunia di usia 62 tahun setelah sempat diopname selama seminggu akibat serangan jantung.
5. Wanita di Jerman
Foto: Live Science
|
Frosbite adalah kondisi di mana sebagian organ tubuh membeku akibat paparan suhu dingin yang berlebihan. Organ yang terkena biasanya pucat, mengeras, mudah terkelupas dan tampak seperti gosong. Namun seorang wanita di Jerman melaporkan ia mengalami kondisi seperti frostbite meski tak terpapar suhu dingin ekstrem.
Kondisi ini terjadi pada hidung, telinga dan kedua kakinya. Kulit ketiga organ itu pun berubah warna menjadi hitam karena kerusakan jaringan kulit yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Namun wanita ini melaporkan bahwa belakangan sistem pemanas di rumahnya sedang rusak meski di luar rumah temperaturnya mencapai 10 derajat Celcius. Dokter pun kemudian mendiagnosis wanita ini dengan salah satu jenis penyakit autoimun yang dipicu oleh suhu dingin.
Selama 60 tahun, Rosemary Jacobs (71) yang berasal dari Amerika hidup dengan kondisi kulit ireversibel argyria. Keadaan itu membuat hidupnya tak lagi normal karena kulitnya berubah jadi berwarna perak setelah menggunakan tetes hidung.
Pensiunan guru sekolah dasar ini mulai mengalami perubahan warna kulit ketika mulai menggunakan tetes hidung yang mengandung koloid perak (CS) di usia 11 tahun. Empat tahun kemudian, ditemukan bahwa ada partikel perak di bawah kulitnya dan ia didiagnosis dengan argyria.
Argyria adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh paparan kimia dari unsur perak. Hal ini menyebabkan kulit menjadi biru atau abu-abu kebiruan dan berkembang menjadi berwarna perak karena terakumulasi dalam tubuh dari waktu ke waktu.
Tubuh pria ini berubah menjadi hijau karena ada infeksi parasit di hatinya berupa cacing pipih yang hidup di hati hewan. Parasit ini diduga memasuki tubuhnya karena ia mengonsumsi siput sungai setiap hari.
Setelah rutin makan siput, ia mulai mengeluh mengalami sakit perut hebat sekitar dua bulan lalu. Kulit dan bagian putih matanya pun mulai berubah menjadi hijau.
Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, tim dokter akhirnya berhasil mengatasi empat cacing hati (Fasciola hepatica) dari saluran empedunya. Dokter mengatakan bahwa empat parasit ini masing-masing memiliki panjang sekitar 10 mm, lebar 8 mm dan tebal 2 mm.
Gadis berumur 9 tahun dari Whitehall, Pennsylvania ini termasuk 1 dari 200 pasien di dunia yang memiliki penyakit langka Crigler-Najjar syndrome. Kondisi ini membuat kadar bilirubin dalam tubuhnya tinggi karena tidak dipecah di dalam tubuh, sehingga perlu sinar UV untuk menurunkannya.
Brianna harus menghabiskan waktu 12 jam sehari di bawah sinar ultraviolet untuk mencegah kulitnya menguning akibat penyakit hati ini. Bahkan ia pun harus tidur menggunakan lampu khusus untuk membantu bertempur melawan penyakit ini agar tidak menyebabkan kerusakan otak.
Setiap kali ia mengalami perubahan mendadak dengan suasana hati yang disebabkan oleh penyakit, cedera, stres atau bahkan berdebat dengan kakaknya bisa membuat kulit serta matanya jadi kuning.
Kulit Paul mulai berubah menjadi biru sekitar 15 tahun yang lalu. Saat itu, untuk pertama kalinya Paul menggunakan obat khusus berbahan perak untuk mengatasi dermatitis atau iritasi kulit parah yang menyebar hingga ke wajahnya.
Dalam waktu yang bersamaan, Paul juga mengonsumsi koloid perak, sebuah produk berbahan partikel perak yang dimampatkan dalam bentuk cairan. Koloid ini Paul ciptakan sendiri dengan menggunakan elektrolisis.
Apa yang dialami Paul disebut dengan argyria atau gangguan akibat penggunaan suplemen diet tertentu. Pada 26 September lalu, Paul Karason meninggal dunia di usia 62 tahun setelah sempat diopname selama seminggu akibat serangan jantung.
Frosbite adalah kondisi di mana sebagian organ tubuh membeku akibat paparan suhu dingin yang berlebihan. Organ yang terkena biasanya pucat, mengeras, mudah terkelupas dan tampak seperti gosong. Namun seorang wanita di Jerman melaporkan ia mengalami kondisi seperti frostbite meski tak terpapar suhu dingin ekstrem.
Kondisi ini terjadi pada hidung, telinga dan kedua kakinya. Kulit ketiga organ itu pun berubah warna menjadi hitam karena kerusakan jaringan kulit yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Namun wanita ini melaporkan bahwa belakangan sistem pemanas di rumahnya sedang rusak meski di luar rumah temperaturnya mencapai 10 derajat Celcius. Dokter pun kemudian mendiagnosis wanita ini dengan salah satu jenis penyakit autoimun yang dipicu oleh suhu dingin.
(vit/vit)