Jakarta -
Kurang tidur merupakan salah satu masalah kesehatan yang berhubungan dengan berbagai risiko penyakit kronis. Sayangnya bagi sebagian orang, kurang tidur sulit dihindari akibat tuntutan pekerjaan yang tidak mengenal waktu.
Lanjutan dari artikel sebelumnya, berikut ini beberapa pekerjaan yang memiliki pola tidur paling berantakan seperti dikutip dari WebMD, Senin (16/12/2013).
1. Pelayan bar
Jam buka bar-bar dan kelab malam yang sampai lewat tengah malam membuat bartender atau pelayan bekerja hampir sepanjang malam. Jam kerja yang demikian membuat mereka seperti burung hantu, terjaga di malam hari dan tidur di siang hari.
Kunci untuk sepenuhnya beradaptasi dengan perubahan ini adalah untuk menjaga jadwal yang sama pada hari libur.
2. Analis Keuangan
Pekerja shift bukan satu-satunya orang yang kehilangan waktu tidur, melainkan juga para analis keuangan yang mengkhususkan diri pada pasar luar negeri, seperti Eropa atau Asia. Mengawasi pasar tersebut dapat memerlukan jam kerja aneh karena perbedaan waktu.
Profesional yang sukses juga cenderung bekerja berjam-jam. Menurut Center for Work Life Policy 62 persen dari pekerja berpenghasilan tinggi bekerja lebih dari 50 jam seminggu, dan 10 persen bekerja lebih dari 80 jam seminggu.
3. Senior Manager
Jika Anda memiliki bos rewel, terlalu sedikit tidur bisa menjadi bagian dari masalah. Manajer senior menjadi stres karena harus mengawasi tim kerjanya, dan mereka sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja.
Studi menunjukkan semakin banyak jam Anda bekerja, semakin sedikit Anda tidur. Dan satu survei menemukan bahwa ada hubungan langsung antara kurang tidur dan ketidakpuasan kerja.
4. Pilot dan Pengawas Lalu Lintas Udara
Pilot menghadapi jam tidak teratur, shift panjang, dan jetlag saat mereka melakukan perjalanan melalui beberapa zona waktu. Untuk menghindari kelelahan, FAA mengamati pedoman yang ketat pada waktu penerbangan dan waktu istirahat.
Dalam 24 jam sebelum menyelesaikan penerbangan, pilot harus memiliki setidaknya delapan jam istirahat. Sedangkan pengawas lalu lintas udara harus memonitor setiap penerbangan yang ada, dan itu mengacaukan jadwal tidur mereka.
5. Copywriter
Industri periklanan merupakan industri kreatif yang selalu butuh ide segar agar mampu menarik perhatian. Tidak mudah untuk menciptakan iklan-iklan yang unik, dan berkesan saat ditampilkan. Tak jarang, copywriter harus lembur hingga tengah malam untuk mendapatkan mood yang tepat dalam berkarya.
Jam buka bar-bar dan kelab malam yang sampai lewat tengah malam membuat bartender atau pelayan bekerja hampir sepanjang malam. Jam kerja yang demikian membuat mereka seperti burung hantu, terjaga di malam hari dan tidur di siang hari.
Kunci untuk sepenuhnya beradaptasi dengan perubahan ini adalah untuk menjaga jadwal yang sama pada hari libur.
Pekerja shift bukan satu-satunya orang yang kehilangan waktu tidur, melainkan juga para analis keuangan yang mengkhususkan diri pada pasar luar negeri, seperti Eropa atau Asia. Mengawasi pasar tersebut dapat memerlukan jam kerja aneh karena perbedaan waktu.
Profesional yang sukses juga cenderung bekerja berjam-jam. Menurut Center for Work Life Policy 62 persen dari pekerja berpenghasilan tinggi bekerja lebih dari 50 jam seminggu, dan 10 persen bekerja lebih dari 80 jam seminggu.
Jika Anda memiliki bos rewel, terlalu sedikit tidur bisa menjadi bagian dari masalah. Manajer senior menjadi stres karena harus mengawasi tim kerjanya, dan mereka sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja.
Studi menunjukkan semakin banyak jam Anda bekerja, semakin sedikit Anda tidur. Dan satu survei menemukan bahwa ada hubungan langsung antara kurang tidur dan ketidakpuasan kerja.
Pilot menghadapi jam tidak teratur, shift panjang, dan jetlag saat mereka melakukan perjalanan melalui beberapa zona waktu. Untuk menghindari kelelahan, FAA mengamati pedoman yang ketat pada waktu penerbangan dan waktu istirahat.
Dalam 24 jam sebelum menyelesaikan penerbangan, pilot harus memiliki setidaknya delapan jam istirahat. Sedangkan pengawas lalu lintas udara harus memonitor setiap penerbangan yang ada, dan itu mengacaukan jadwal tidur mereka.
Industri periklanan merupakan industri kreatif yang selalu butuh ide segar agar mampu menarik perhatian. Tidak mudah untuk menciptakan iklan-iklan yang unik, dan berkesan saat ditampilkan. Tak jarang, copywriter harus lembur hingga tengah malam untuk mendapatkan mood yang tepat dalam berkarya.
(up/)