Kecelakaan Hingga Perceraian, Risiko yang Menghantui Kerja Malam Berlebihan

Kecelakaan Hingga Perceraian, Risiko yang Menghantui Kerja Malam Berlebihan

- detikHealth
Selasa, 17 Des 2013 13:33 WIB
Kecelakaan Hingga Perceraian, Risiko yang Menghantui Kerja Malam Berlebihan
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Tidak dipungkiri, dalam dunia kerja, ada yang mensyaratkan kerja di malam hari. Nah, untuk hal ini, perusahaan harus pandai-pandai mengatur jadwal karyawannya. Jika tidak, maka karyawan akan mendapatkan efek negatif dari kerja malam yang berlebihan. Anacaman yang menghantui antara lain kecelakaan hingga perceraian.

"Manusia memang diciptakan secara sempurna namun dalam keterbatasan. Manusia terjaga pada siang hari dan tidur pada malam hari. Jika di balik saja akan menimbulkan masalah, apalagi dilakukan secara berlebihan. Ada tujuh dampak kerja shift (jadwalnya di balik yakni malam kerja dan siang jaga). Siklus itu disebut circadian rhythm," jelas dr Sudjoko Kuswadji, MSc(OM), PKK SpOk dari Yayasan Sudjoko Kuswadji Bersaudara (YSKB) dalam perbincangan dengan detikHealth, Selasa (17/12/2013).

Berikut ini 7 dampak kerja malam yang berlebihan;

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kesulitan tidur pada siang harinya (85 persen)

2. Gangguan saluran pencernaan, maag, sembelit

3. Kelelahan yang berlebihan, kecelakaan maut. Di Jepang disebut dengan penyakit Karoshi, mati akibat kerja berlebihan.

4. Menjadi perokok

5. Pemakai narkoba

6. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

7. Perceraian.

Perhatikan Asupan Saat Sibuk Bekerja

Meski sedang sibuk bekerja, jangan sampai makan menjadi kegiatan yang terpinggirkan. Karena butuh tidak hanya butuh istirahat, tetapi tubuh juga perlu asupan yang cukup dan bergizi. Bagaimanapun, bekerja itu menguras energi.

"Makan dan minum juga harus tetap diperhatikan. Tetap memperhatikan waktu makan minimal tiap 6 jam, sebaiknya disela waktu makan ada makanan yang diskonsumsi terutama makanan yang sehat tidak mengandung cokelat, keju, berlemak dan mengurangi goreng-gorengan," kata Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikHealth.

Selain itu, minum air putih harus tetap dipertahankan sebanyak minimal 2 liter per hari. Jangan lupa konsumsi buah dan sayur-sayuran yang cukup. Ketimbang ngemil keripik, ada baiknya Anda memilih buah sebagai camilan.

"Kurangi menghisap rokok. Minuman bersoda dan minum kopi jangan berlebih-lebihan, maksimal 2 gelas sehari-hari. Suplemen yang mengandung kafein sebaiknya dihindari, karena sebenarnya yang dibutuhkan tubuh saat itu adalah istirahat," kata dr Ari mewanti-wanti.

(/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads