Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang menyerang serviks atau leher rahim dan membutuhkan proses yang panjang antara 3-20 tahun untuk menjadi sebuah kanker yang diawali dengan infeksi. Hal inilah yang menyebabkan hampir 80 persen kasus yang ditemukan sudah dalam stadium lanjut.
Kanker serviks juga merupakan penyakit yang berjalan lambat (silent disease) sehingga pada stadium pra kanker dan kanker stadium awal tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Fitriyadi, tidak ada gejala khas pada kanker serviks stadium awal. Namun keputihan yang tidak kunjung sembuh meski sudah diobati bisa menjadi 'alarm' adanya infeksi di leher rahim yang mengarah pada kanker serviks.
Keputihan tersebut biasanya terjadi berulang-ulang, berbau dan tidak dapat sembuh dengan pengobatan biasa. Pada stadium lanjut, akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami pembengkakan, nafsu makan menjadi berkurang, berat badan tidak stabil, susah buang air kecil dan mengalami pendarahan spontan.
"Karena gejalanya tidak khas, banyak yang datang ke rumah sakit pada stadium yang sudah parah. Karena itu, penting melakukan skrining tiap tahun minimal IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) atau pap smear," tutur dr Fitriyadi.
(mer/)











































