Senin, 23 Des 2013 14:20 WIB

Ragam Interaksi Ayah dan Anak, dari Ganti Popok Hingga Mengecek PR

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock) Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Menjadi seorang ayah bukanlah perkara mudah. Apalagi jika Anda mempunyai pekerjaan yang sering menyita waktu. Tentunya selain istri, ada anak Anda yang juga harus diberi perhatian dan kasih sayang jika Anda sedang ada dirumah.

Riset terbaru mengatakan bahwa di Amerika hanya 5 dari 6 ayah yang tinggal dengan anaknya. Jo Jones, ahli statistik dari U.S. National Centers for Health Statistics menjelaskan bahwa ayah yang tinggal dengan anaknya akan lebih sering berinteraksi.

"Ada sebagian ayah yang meskipun tidak tinggal dengan anaknya namun masih aktif untuk bermain dan makan dengan anaknya meskipun tidak setiap hari," ujarnya seperti dilansir medicaldaily.com dan ditulis detikhealth pada Senin (23/12/2013).

U.S Centers for Disease Control and Prevention melakukan survey pada 10.000 pria usia 15-44 tahun yang kurang lebih setengahnya memiliki anak. Anak yang dimaksud bukan hanya anak kandung namun juga yang diadopsi dan anak tiri (bawaan pasangan).

Hasil menunjukkan 73 persen ayah tinggal dengan anaknya, sementara 16 persen hidup terpisah. Sisa 11 persen menyatakan bahwa mereka mempunyai kondisi keluarga yang rumit seperti tinggal dengan salah satu anaknya sementara yang lain tidak.

Untuk anak dengan usia di bawah lima tahun, 72 persen ayah yang tinggal dengan anaknya melakukan kegiatan makan bersama. Hal ini tidak ditemukan pada orang tua yang sudah terlalu tua, tidak berpendidikan, dan keturunan Hispanic. Sementara itu, ayah yang keturunan Afrika-Amerika memiliki kecenderungan untuk mengerjakan dan mengecek PR anaknya.

Hal menarik lainnya dari riset ini adalah 90 persen dari ayah yang tinggal dengan anaknya mengaku ikut mengganti popok serta memandikan anaknya. Satu pertiga dari mereka bahkan mengaku melakukan hal tersebut lebih dari tiga kali dalam seminggu. Sementara itu, kecenderungan untuk membacakan cerita untuk anak pada ayah yang melakukan hal tersebut enam kali lebih tinggi dari ayah lain.

Pengakuan mengejutkan datang dari para ayah tersebut. 40% Ayah yang tinggal dengan anaknya mengatakan bahwa mereka melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengurus anak daripada pasangannya. Di lain pihak, hanya 21 persen ayah yang tinggal terpisah dari anaknya yang mengakui hal tersebut.

Victor Fornari, psikiater anak dan remaja dari New Jersey Hospital mengatakan bahwa keluarga modern menyedihkan. Sebab anak hanya mempunyai waktu terbatas dengan ayahnya. Ia juga menekankan pentingnya peran ayah pada anak.

"Ketidakhadiran ayah bisa menjadi faktos stres yang dapat menyebabkan frustasi, baik pada anak maupun diri mereka sendiri," pungkasnya.



(vta/vta)
News Feed