Meski bukan penelitian terbaru, banyak peneliti dan dokter yang menyebutkan adanya golongan pengidap obesitas secara medis dinyatakan sehat. Artinya tidak ada kelainan metabolisme dalam tubuh mereka, mulai dari hipertensi, gula darah tinggi, keterbatasan insulin hingga gejala diabetes lainnya.
Riset yang pernah diterbitkan tentang obesitas pada European Heart Journal oleh Ortega et al menyebutkan bahwa masalah utama dalam konsep obesitas sehat adalah tidak ada standar yang jelas tentang bagaimana yang dimaksud dengan obesitas sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ditemukan adanya kenaikan berat badan yang sehat (pada kelompok obes). Dan ada risiko lebih bagi mereka untuk masa depan yang merugikan," ujarnya seperti dilansir psychologytoday, Selasa (24/12/2013).
Ini memang bukan temuan baru. John McEvoy dalam jurnal Athlerosclerosis yang diterbitkan tahun 2011 menyebutnya dengan istilah 'serigala berbulu domba'. Hal ini berdasarkan fakta yang menyebutkan bahwa meski terlihat sehat dan bugar, orang-orang dengan obesitas akan menemui masalah kesehatan lain yang mungkin saja tidak ada hubungannya dengan masalah kardiovaskular.
Seperti yang pernah diberitakan detikhealth sebelumnya, terdapat banyak kasus di mana seorang obes meninggal bukan karena penyakit yang berhubungan dengan jantung dan organ dalam lainnya, namun karena faktor-faktor eksternal antara lain sulit bergerak dan terlalu berat. Misalnya
Samuel Cann (35) meninggal akibat terjatuh dari kursi meja makannya. Istrinya yang tidak sanggup untuk mengangkat Samuel seorang diri akhirnya memanggil pemadam kebakaran yang akhirnya membawanya kerumah sakit. Pria berbobot 254 kg ini akhirnya meninggal akibat sepsis (peradangan di sekujur tubuh yang diakibatkan oleh bisul, borok, serta selulitis akibat obesitas yang dialaminya).
Meskipun obesitas yang sehat ternyata benar-benar ada, orang-orang dengan berat badan berlebih tidak seharusnya santai dan mengira mereka akan tetap sehat hingga tua. Indeks Massa Tubuh yang terus berkembang bisa menjadi salah satu faktor yang patut dicemaskan. Perubahan gaya hidup harus dilakukan, misalnya dengan diet dan olahraga.
(vit/vit)











































