Meski Buta Akibat Sindrom Langka, Pria Ini Bisa 'Melihat' dan Melukis

Meski Buta Akibat Sindrom Langka, Pria Ini Bisa 'Melihat' dan Melukis

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 31 Des 2013 13:15 WIB
Meski Buta Akibat Sindrom Langka, Pria Ini Bisa Melihat dan Melukis
Arthur Ellis (Foto: Paul Webb)
Jakarta - Awalnya, Arthur Ellis (66) hanya merasakan sakit kepala intens selama dua hari sampai ia pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Arthur pun dinyatakan buta karena meningitis yang ia alami. Tapi anehnya, Arthur ternyata masih bisa 'melihat'.

Arthur mengalami sindrom Charles Bonnet di mana meskipun seseorang buta, ia memiliki halusinasi visual sehingga melihat segala sesuatunya jadi aneh. Hal ini disebabkan karena adanya kerusakan saraf optik di otaknya. Sehingga, otak melakukan kompensasi lebih terhadap kebutaan dengan mengisi ruang kosong dengan gambar yang tersimpan di otak.

"Beberapa hal jadi terasa mengerikan, misalnya ketika aku seperti berada di tepi jurang yang tinggi meski kenyataannya aku ada di tempat tidur rumah sakit. Selain itu, tokoh kartun jadi berwajah aneh, boneka tiba-tiba bisa hidup, bahkan lantai pun seketika berubah jadi sungai yang kering atau justru poenuh air dan bisa menghanyutkanku," kisah Arthur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halusinasi penderita sindrom ini juga berkaitan dengan hal sederhana misalnya warna dan pola sehingga ia bisa menciptakan bayangan seseorang menggunakan kostum aneh atau sofa yang tiba-tiba bisa melayang lengkap dengan orang berdiri di atasnya.

Dilansir Daily Mail, Selasa (31/12/2013), studi dari University of Goteburg, Swedia menemukan bahwa lebih dari 80 persen orang tua mengalami halusinasi yang terkait dengan pasangannya yang sudah meninggal. Mereka seakan-akan melihat si pasangan hidup kembali dan bahkan bisa berbicara dengannya.

"Meskipun sejumlah besar orang mengalami halusinasi yang memprihatinkan, belum ada bukti jelas perawatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi sindrom ini. Apalagi halusinasi ini tergantung dari gejala masing-masing kondisi misalnya alzheimer, parkinson, atau penyakit mata," kata psikiater dan ahli halusinasi visual dr Dominic Ffytche.

Sementara itu, Macular Society, kampanye bagi orang yang kehilangan penglihatan berusaha mendesak dokter mata dan optik untuk memperingatkan pasien dengan risiko sindrom Charles Bonnet karena banyak orang yang tidak mengetahui tentang kondisi ini.

Bagi Arthur sendiri, sindrom Charles Bonnet membawa sisi positif bagi dirinya. Sebab, halusinasi visualnya bisa menghasilkan beberapa gambar yang bisa dijual. "Untuk menilai lukisanku, aku meminta umpan balik dari orang-orang di sekitarku seperti anak-anakku," kata Arthur.

(rdn/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads