Arthur mengalami sindrom Charles Bonnet di mana meskipun seseorang buta, ia memiliki halusinasi visual sehingga melihat segala sesuatunya jadi aneh. Hal ini disebabkan karena adanya kerusakan saraf optik di otaknya. Sehingga, otak melakukan kompensasi lebih terhadap kebutaan dengan mengisi ruang kosong dengan gambar yang tersimpan di otak.
"Beberapa hal jadi terasa mengerikan, misalnya ketika aku seperti berada di tepi jurang yang tinggi meski kenyataannya aku ada di tempat tidur rumah sakit. Selain itu, tokoh kartun jadi berwajah aneh, boneka tiba-tiba bisa hidup, bahkan lantai pun seketika berubah jadi sungai yang kering atau justru poenuh air dan bisa menghanyutkanku," kisah Arthur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Daily Mail, Selasa (31/12/2013), studi dari University of Goteburg, Swedia menemukan bahwa lebih dari 80 persen orang tua mengalami halusinasi yang terkait dengan pasangannya yang sudah meninggal. Mereka seakan-akan melihat si pasangan hidup kembali dan bahkan bisa berbicara dengannya.
"Meskipun sejumlah besar orang mengalami halusinasi yang memprihatinkan, belum ada bukti jelas perawatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi sindrom ini. Apalagi halusinasi ini tergantung dari gejala masing-masing kondisi misalnya alzheimer, parkinson, atau penyakit mata," kata psikiater dan ahli halusinasi visual dr Dominic Ffytche.
Sementara itu, Macular Society, kampanye bagi orang yang kehilangan penglihatan berusaha mendesak dokter mata dan optik untuk memperingatkan pasien dengan risiko sindrom Charles Bonnet karena banyak orang yang tidak mengetahui tentang kondisi ini.
Bagi Arthur sendiri, sindrom Charles Bonnet membawa sisi positif bagi dirinya. Sebab, halusinasi visualnya bisa menghasilkan beberapa gambar yang bisa dijual. "Untuk menilai lukisanku, aku meminta umpan balik dari orang-orang di sekitarku seperti anak-anakku," kata Arthur.
(rdn/vit)










































