Desember: 'Bus Kondom' Batal Keliling Jakarta

Kaleidoskop 2013

Desember: 'Bus Kondom' Batal Keliling Jakarta

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 31 Des 2013 15:36 WIB
Desember: Bus Kondom Batal Keliling Jakarta
Ilustrasi kampanye kondom untuk cegah HIV (dok: Uyung / detikHealth)
Jakarta -

Di Indonesia, peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini diwarnai dengan kontroversi bus kondom. Sebuah perusahaan kondom berniat menggelar kampanye penggunaan kondom dengan menggunakan bus keliling, namun batal karena banyak ditentang.

Kampanye bertajuk Pekan Kondom Nasional tersebut digagas oleh DKT Indonesia, perusahaan yang memproduksi kondom Sutra dan Fiesta. Sedianya, bus berwarna merah tersebut akan berkeliling ke tempat-tempat nongkrong anak muda di Jakarta untuk memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi.

Namun kontroversi mencuat karena sebagian kalangan menilai bahwa kampanye penggunaan kondom bisa diartikan sebagai ajakan untuk menerapkan perilaku seks bebas. Banyaknya reaksi yang menentang kegiatan tersebut membuatakhirnya pekan kondom nasional dihentikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa kesehatan yang juga meramaikan penghujung tahun 2013 adalah gagasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menerapkan sertifikasi halal bagi obat-obatan. Gagasan tersebut terwadahi dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Jaminan Produk Halal.

Kalangan dokter dan juga Kementerian Kesehatan menganggap, obat dan vaksin tidak bisa disamakan dengan makanan. Sertifikasi halal untuk obat dan vaksin dikhawatirkan membuat masyarakat menjauhi obat-obat yang dalam proses pembuatannya sering bersinggungan dengan enzim babi.

Meninggalnya Mita Diran, seorang copywritter muda di Jakarta akibat terlalu keras bekerja juga menyita perhatian banyak kalangan. Ia mengalami pecah pembuluh darah dan nyawanya tidak tertolong setelah dikabarkan bekerja lembur 3 hari berturut-turut selama 30 jam.

Peristiwa ini membuat beberapa pakar kesehatan tergerak untuk mengingatkan pentingnya istirahat bagi kesehatan. Manfaat tidur yang cukup secara kualitas maupun kuantitas tidak tergantikan oleh apapun termasuk oleh dopping seperti kopi dan minuman berenergi.

(up/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads