Kamis, 16 Jan 2014 15:15 WIB

Via Akun Facebook, Gita Terima Pesanan Obat Diabetes Kolagit

- detikHealth
Gita sang penemu Kolagit (Foto: Khairul.detikcom) Gita sang penemu Kolagit (Foto: Khairul.detikcom)
Medan - Sejumlah orang sudah merasakan manfaat dari mengonsumsi kolagit, obat yang diyakini bisa mengatasi diabetes. Gita Adinda Nasution, sang penemu ramuan itu, saat ini masih dalam proses mematenkan obat tersebut. Sementara, Gita menerima pemesanan obat diabetes itu melalui akun Facebook-nya.

Menurut Gita, satu kemasan Kolagit dengan berat 800 gram seharga Rp 150 ribu cukup untuk dikonsumsi selama sebulan. Jika habis, maka tidak bisa berharap cepat mendapatkan Kolagit yang baru, sebab pembuatannya terbatas, tergantung pesanan. Apalagi proses pembuatannya juga membutuhkan waktu.

Tentang keuntungan yang didapat dari penjualan Kolagit itu, anak ketiga dari empat bersaudara ini menyatakan tidak tahu pasti. Berapa banyak Kolagit yang telah diproduksinya pun ia tidak tahu pasti, sebab usaha itu sekarang ditangani kedua orang tuanya. Dia membantu menerima pesanan melalui akun Facebook-nya dengan alamat email gitaadinda@yahoo.co.id. Kolagit pesanan kemudian dikirimkan melalui pos.

Apa yang diobati oleh herbal ini, masih butuh penelitian lebih lanjut. Tetapi yang pasti, kata Gita, herbal ini menurunkan gula darah. Selain itu, berdasarkan laporan dari pengguna, penyakit ikutan yang biasanya diderita pengidap diabetes cenderung hilang setelah meminum obat itu, seperti maag, kolesterol, dan darah tinggi.

"Saya tak berani juga bilang Kolagit itu menyembuhkan, melainkan penghambat. Tetapi ada perbaikan pada fungsi pankreas maupun ginjal dan lambung," ucap Gita dalam perbincangan dengan detikHealth, dan ditulis pada Kamis (16/1/2014).

Sebelum menemukan formula Kolagit untuk mengobati diabetes, Gita memang gandrung terhadap obat-obatan herbal. Saat sekolah SMA Negeri 2 Plus Sipirok, salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, dia juga kerap dimintai saran untuk obat-obatan. Kompleks sekolah itu berada di dekat hutan alami, sehingga Gita pun gampang menemukan ramuan yang pas.

Kolagit itu, sepertinya sudah sampai pada tahap akhir. Gita tidak lagi melakukan penelitian untuk herbal itu. Fokusnya kini menemukan ramuan herbal baru untuk penyakit tiroid dan paru-paru. "Karena banyak penderita penyakit tiroid ini," kata Gita.

Selain itu, dia juga berbenah dengan rencana pendidikannya. Saat ini dia sudah duduk di semester tiga Analis Farmasi dan Makanan, Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU). Jika tidak ada kendala, maka 2015 dia sudah tamat kuliah. Rencananya dia akan melanjutkan pendidikan farmasi, mengambil ekstensi di USU, dan bukan tidak mungkin merambah ke kedokteran.

Namun begitu, Gita juga gandrung pada bidang astronomi. Saat masih SMA, Gita pernah jadi juara dua olimpiade astronomi tingkat kabupaten, namun saat di tingkat provinsi dia tidak terpilih.



(rul/vit)