Yang Perlu Dilakukan Agar Tak Diserang Penyakit Pasca Banjir

Yang Perlu Dilakukan Agar Tak Diserang Penyakit Pasca Banjir

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Senin, 20 Jan 2014 12:17 WIB
Yang Perlu Dilakukan Agar Tak Diserang Penyakit Pasca Banjir
(Foto: detikFoto)
Jakarta - Daya tahan tubuh menurun, ditambah dengan kondisi lingkungan yang kotor, becek dan paparan bakteri, membuat orang lebih rentan terserang penyakit pasca banjir. Sebagai antisipasi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

"Terganggunya kesehatan akibat banjir terjadi karena adanya gangguan pada 3 faktor penting penyakit, yaitu faktor host (kondisi tubuh manusia), lingkungan, dan agen," jelas DR dr Ari Fahrian Syam, SpPD, K-GEH, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Jakarta Raya (PAPDI JAYA), dalam keterangan tertulis yang diterima detikHealth, Senin (20/1/2014).

Faktor daya tahan tubuh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Ari menjelaskan, ketika terjadi pengungsian besar-besaran akibat banjir, kondisi kebersihan lingkungan, makanan dan minuman yang dikonsumsi pengungsi sangat tidak memadai sehingga akan berpengaruh pada daya tahan tubuh para pengungsi.

Selain itu, para pengungsi tidur dengan alas yang tidak memadai. Kondisi ini meningkatkan kerentanan para pengungsi terhadap penyakit-penyakit pasca banjir. Cuaca yang tidak mendukung saat ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang walaupun tidak terkena langsung dampak banjir.

Faktor lingkungan

Faktor lingkungan yang dapat memperburuk kondisi para pengungsi adalah cuaca, di mana hujan dan angin kencang yang masih melanda DKI Jakarta. Dampak buruk ini terutama dialami oleh bayi, anak-anak, dan orang tua. Belum lagi lingkungan sekitar banjir yang kotor dengan sampah bertebaran di mana-mana.

Faktor bakteri

Faktor agen pembawa penyakit yang banyak dijumpai akibat bencana banjir adalah lalat, tikus, bakteri dan kotoran yang menyebabkan tercemarnya air bersih. Tikus merupakan agen pembawa penyakit Leptospirosis yang ditularkan melalui kotoran dan kencing tikus yang bercampur dengan genangan banjir.

Sebagai antisipasi, dr Ari menyarankan berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit pasca banjir:

1. Harus dipastikan bahwa kita selalu mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis. Perhatikan kadaluarsa dari makanan yang dikonsumsi baik makanan jadi maupun makanan yang dibuat sendiri.

2. Diusahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan fresh. Cuci tangan pakai sabun atau hand antiseptic. untuk menghindari infeksi usus.

3. Kebersihan lingkungan harus selalu terjaga dan segera bersihkan lokasi pasca banjir dengan menggunakan antiseptik dan tetap memperhatikan pelindung diri bagi orang yang bertugas membersihkan kotoran pasca banjir tersebut. Pelindung diri meliputi masker, sarung tangan dan memakai sepatu boot. Hindari luka yang dapat berpotensi masuknya kuman.

4. Untuk anak-anak dan orang tua diberikan suplemen yang berisi multivitamin dan mineral apabila terjadi keterbatasan makanan dan minuman, dengan zat gizi yang lengkap yang bisa dikonsumsi sehari-hari akibat rumah dan lingkungan terkena banjir.

5. Perlu stok obat-obat sederhana, obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala dan oralit.

"Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar kita semua terhindar dari penyakit pasca banjir yang sewaktu-waktu bisa mengenai siapa saja," tutup dr Ari.




(mer/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads