Ingin Jadi Relawan Banjir? Ini Pesan IDI Agar Anda Tetap Sehat

Ingin Jadi Relawan Banjir? Ini Pesan IDI Agar Anda Tetap Sehat

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 22 Jan 2014 19:20 WIB
Ingin Jadi Relawan Banjir? Ini Pesan IDI Agar Anda Tetap Sehat
(Foto: detikFoto)
Jakarta - Menjadi relawan menolong korban banjir memang sangat mulia. Tapi agar tidak menambah masalah baru, sebaiknya para relawan juga tidak melupakan kesehatan dirinya sendiri saat menolong orang lain.

"Jangan turun ke tempat banjir kalau tidak melindungi diri sendiri," tegas Ketua umum IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dr Zaenal Abidin, MH.Kes, dalam acara temu media di Sekretariat PB IDI, Jl Samratulangi 29, Jakarta, Rabu (22/1/2014).

dr Zaenal menuturkan banyak relawan yang mengeluhkan gatal-gatal di kaki setelah turun ke lapangan menolong korban banjir. Ada juga yang mengalami luka-luka karena terkena batu atau pecahan kaca. Bukannya menolong, hal ini justru bisa menambah masalah baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ingin turun ke tempat banjir, airnya kan butek, banyak jamur, pakailah sepatu banjir (sepatu boot) yang bisa melindungi kaki dari gatal, juga tidak tertusuk paku atau beling," sarannya.

IDI sendiri menyediakan Posko Kesehatan untuk wilayah DKI Jakarta saat ini terpusat di Kampung Pulo dan Kalibata, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemda DKI dan beberapa lembaga kemanusiaan lainnya.

Selain itu, IDI Cabang Jakarta Timur juga membuka Posko di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur. Untuk Bekasi, posko dibuka di Lottemart dan Pasar Belon dengan tim medis dari IDI Cabang Bekasi.

Menurut dr Ardiansyah Bahar, Koordinator Lapangan Komite Tanggap Bencana PB IDI, penyakit yang banyak dikeluhkan korban banjir hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, seperti gatal-gatal kulit, utamanya di sela kaki atau yang disebut kutu air akibat jamur.

"Karena masih banyak yang jalan di genangan air, luka di kaki, kena batu atau beling juga banyak dikeluhkan. Kita anjurkan pada pengungsi dan relawan sendiri untuk menggunakan sepatu boot. Dispepsia (keluhan dan rasa tidak nyaman di perut) dan diare juga banyak, karena kebersihan dari makanan yang dimakan," tutup dr Ardiansyah.



(mer/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads