1. Kurangi asupan garam
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Terlalu banyak garam dalam menu makan kontribusi menimbulkan edema dan kembung. Nah, jumlah garam yang direkomendasikan setiap hari adalah 1.500 mg per hari. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari meletakkan garam di atas meja makan dan batasi jumlahnya saat sedang memasak. Saat sedang berada di luar rumah, hindari sebisa mungkin konsumsi makanan siap saji karena sarat dengan garam.
2. Makan lebih banyak serat
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Kombinasi serat larut dan tidak larut adalah cara yang efektif untuk tetap fit dan terhindar dari perut kembung. Termasuk di antaranya jeruk, jamur, raspberry, brokoli dan kubis.
3. Perbanyak makanan kaya kalium
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Jika sodium membuat tubuh 'menyimpan' air, maka kalium membantu menyingkirkan kelebihan air. Oleh karenanya mengonsumsi makanan yang kaya kalium seperti pisang dan ubi jalar dapat membantu mengatasi masalah di perut. Meskipun begitu, tetap batasi jumlahnya agar tak menimbulkan masalah berat badan.
4. Jaga status dehidrasi
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Minum air putih yang cukup akan memastikan bahwa serat dapat melakukan tugasnya untuk meringankan melancarkan proses pencernaan. Sebaliknya, tak cukup minum air putih akan memperburuk kadar sodium dan potasium dalam tubuh.
5. Hindari 'stres' sistem pencernaan
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Jauhi makanan yang sulit dicerna seperti gula atau makanan berlemak. Sebaiknya Anda lebih banyak fokus pada makanan 'sederhana' seperti sayuran yang dikukus, untuk memudahkan kerja sistem pencernaan.
6. Kurangi pemakaian pemanis buatan
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Ditemukan dalam minuman manis dan makanan bebas gula, pemanis buatan tidak sepenuhnya dicerna oleh tubuh. Bakteri dalam usus besar cenderung memfermentasi mereka, menimbulkan gas dan kembung. Oleh sebab itu, selalu periksa label makanan untuk menghindari sorbitol, mannitol, xylitol dan lacitol.
Terlalu banyak garam dalam menu makan kontribusi menimbulkan edema dan kembung. Nah, jumlah garam yang direkomendasikan setiap hari adalah 1.500 mg per hari. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari meletakkan garam di atas meja makan dan batasi jumlahnya saat sedang memasak. Saat sedang berada di luar rumah, hindari sebisa mungkin konsumsi makanan siap saji karena sarat dengan garam.
Kombinasi serat larut dan tidak larut adalah cara yang efektif untuk tetap fit dan terhindar dari perut kembung. Termasuk di antaranya jeruk, jamur, raspberry, brokoli dan kubis.
Jika sodium membuat tubuh 'menyimpan' air, maka kalium membantu menyingkirkan kelebihan air. Oleh karenanya mengonsumsi makanan yang kaya kalium seperti pisang dan ubi jalar dapat membantu mengatasi masalah di perut. Meskipun begitu, tetap batasi jumlahnya agar tak menimbulkan masalah berat badan.
Minum air putih yang cukup akan memastikan bahwa serat dapat melakukan tugasnya untuk meringankan melancarkan proses pencernaan. Sebaliknya, tak cukup minum air putih akan memperburuk kadar sodium dan potasium dalam tubuh.
Jauhi makanan yang sulit dicerna seperti gula atau makanan berlemak. Sebaiknya Anda lebih banyak fokus pada makanan 'sederhana' seperti sayuran yang dikukus, untuk memudahkan kerja sistem pencernaan.
Ditemukan dalam minuman manis dan makanan bebas gula, pemanis buatan tidak sepenuhnya dicerna oleh tubuh. Bakteri dalam usus besar cenderung memfermentasi mereka, menimbulkan gas dan kembung. Oleh sebab itu, selalu periksa label makanan untuk menghindari sorbitol, mannitol, xylitol dan lacitol.
(ajg/vit)