Jatuh dari Tangga karena Sleepwalking, Leher dan Punggung Wanita Ini Patah

Jatuh dari Tangga karena Sleepwalking, Leher dan Punggung Wanita Ini Patah

- detikHealth
Selasa, 28 Jan 2014 13:30 WIB
Jatuh dari Tangga karena Sleepwalking, Leher dan Punggung Wanita Ini Patah
Morag Fisher dan putrinya, Olivia (Foto: Daily Mail)
Nottingham - Wanita ini nyaris saja kehilangan nyawanya setelah terjatuh dari tangga saat sedang sleepwalking atau berjalan sambil tidur. Bagaimana tidak, karena insiden ini punggung, leher, dan kedua pergelangan tangannya patah.

Saat itu Morag Fisher sedang menginap di rumah temannya, Carl Muggleton (39). Carl mendengar ada suara sesuatu yang jatuh pada pukul lima pagi pada tanggal 23 November 2013. Ketika ditemukan Morag dalam keadaan sudah bersimbah darah di bawah tangga rumahnya.

"Saya langsung terbangun dari kasur ketika mendengar ada suara benturan keras, lalu saya melihatnya berbaring di bawah tangga dan bersimbah darah," kata Carl.

Carl juga tahu betul sahabatnya mempunyai kebiasaan sleepwalking, akan tetapi ia tak pernah menyangka akan ada kejadian semacam itu. Sembari menunggu ambulans, Carl berupaya menahan pendarahan yang terjadi pada Morag. Di situlah ia melihat salah satu pergelangan tangannya sudah patah.

Ambulans itu membawa Morag ke unit trauma Queen's Medical Centre di Nottingham. Di situ Morag harus dirawat sampai 10 hari. Tapi dokter mengatakan ini merupakan sebuah keajaiban karena Morag tak perlu mendapatkan perawatan intensif.

Tak hanya punggung dan leher, Morag ternyata juga mematahkan rahang, hidung, rongga mata dan tulang pipinya dalam kejadian tersebut. Beruntung Morag masih bisa diselamatkan.

"Ketika mereka menemukan saya, katanya saya mengalami banyak pendarahan dan teman saya yang dulunya pernah bekerja sebagai perawat sempat mengira saya telah meninggal," tutur Morag seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (28/1/2014).

"Saya memang sering sleepwalking tapi biasanya saya hanya berkeliaran sebentar lalu kembali ke kamar. Tapi mungkin karena saya berada di rumah teman maka ini terasa tidak familiar, dan saya pun terjatuh," sambungnya.

Menurut ibu asal Witham St Hughs, Lincolnshire UK tersebut ia tak dapat memprediksi kapan kebiasaan sleepwalking ini muncul. Hanya saja, ia ingat kebiasaan ini biasanya muncul saat ia sedang stres. Kendati begitu, ia merasa beruntung masih bisa hidup, bahkan bisa berjalan.

Untuk memperbaiki cedera di punggungnya sekaligus melindungi tulang belakangnya, Morag harus mengenakan semacam alat penyangga yang berbentuk seperti rompi. Diperkirakan rompi ini baru bisa dicopot enam minggu lagi.

Agar kejadian yang sama tak terulang kembali, Morag pun memasang pagar di tangga rumahnya.



(lil/vit)

Berita Terkait