Berdasarkan survei detikHealth Reader's Choice 2013, sebanyak 1.981 pembaca memilih minum obat untuk mentasi diare. Cara lain yang dilakukan adalah mengonsumsi teh pahit, di mana hal ini dilakukan oleh 979 orang yang terlibat dalam survei. Mengonsumsi buah-buahan tertentu seperti salak dan pisang dilakukan oleh 472 pembaca. Sementara itu, 387 orang memilih mengatasi diare dengan menginsumsi daun jambu biji.
detikHealth Reader's Choice 2013 digelar sejak 20 Desember 2013 hingga 15 Januari 2014. Sebanyak 3.819 orang yang tersebar dari Aceh hingga Papua terlibat dalam kegiatan ini.
Menurut dr Meta Hanindita, pada anak-anak, diare paling sering disebabkan karena infeksi rotavirus. Sebagian kecil bisa juga disebabkan infeksi bakteri, parasit atau jamur. Selain itu, alergi juga bisa membuat diare.
"Sedangkan pada orang dewasa, penyebab tersering adalah infeksi bakteri (karena salah makan misalnya) dan faktor stres. Saat stress, tubuh akan merangsang usus untuk meningkatkan gerakan peristaltik yang bisa membuat diare. Makanya jangan heran, terkadang saat stres, misalnya akan presentasi atau ujian, kita jadi mulas dan diare," terang dr Meta saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (29/1/2014).
Diterangkan dr Meta, yang disarankan untuk meredakan diare adalah diet BRAT, yaitu Banana, Rice, Applesauce, Toast. Pada perjalanannya, banyak yang memodifikasi diet ini menjadi diet BRATTY, di mana ditambah Tea dan Yoghurt.
"Pisang dan apel mengandung kaolin, pektin, serta kalium yang dapat memadatkan tinja serta menyerap racun. Beras dan toast mengandung banyak serat yang dapat mengurangi diare. Yoghurt banyak mengandung 'bakteri baik' yang akan membantu pencernaan," tutur dokter yang berpraktik di RS dr Soetomo Surabaya ini.
Sementara itu teh mengandung tanin yang dapat meredakan diare. Akan tetapi jika ditambah gula, malah bisa berimbas diare. Hal ini dikarenakan gula justru dapat memicu diare.
(vit/up)











































