Program Kesehatan Pasca Banjir DKI Tertunda Akibat Hujan Deras

Program Kesehatan Pasca Banjir DKI Tertunda Akibat Hujan Deras

M Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 30 Jan 2014 08:50 WIB
Program Kesehatan Pasca Banjir DKI Tertunda Akibat Hujan Deras
(dok: detikFoto)
Jakarta - Hujan yang mengguyur Jakarta sejak malam kemarin menyisakan genangan yang tak kunjung reda. Bahkan kini beberapa daerah yang minggu lalu tak kebanjiran, ikut merasakan kediamannya terendam air. Tak ayal, musibah banjir ini tentunya menimbulkan ancaman kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Dien Emawati mengatakan pihaknya sudah siap untuk melaksanakan program-program kesehatan pasca banjir di berbagai titik pengungsian, namun terhalang oleh hujan deras yang turun lagi.

Padahal menurutnya, air sudah surut dalam beberapa hari terakhir. Sehingga hari ini sudah dicanangkan program pasca banjir untuk menghindari datangnya penyakit yang sering muncul seperti diare, leptospirosis, dbd dan chikungunya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan nggak mungkin fogging segala kalau air naik," ujar dr Dien ketika dihubungi detikHealth, dan ditulis pada Kamis (30/1/2014).

Rencana awal untuk melakukan program pasca banjir pun urung dilakukan. Beberapa posko pengungsian yang sudah ditutup pun akhirnya dibuka kembali karena wilayah rumah warga kembali terendam air. Bahkan di beberapa daerah, dibuka titik posko baru, seperti di kawasan bandara Halim Perdanakusuma dan Pondok Kelapa.

Data dari Pusdalops BPBD DKI Jakarta dari 5 wilayah Jakarta yang masih terdampak banjir yakni 14 Kecamatan, 29 Kelurahan, 136 RW, 852 RT. Dari wilayah itu ada 38.243 KK dan 109.374 jiwa yang menjadi korban banjir.

"Saat ini jumlah pengungsi sebanyak 27.912 jiwa yang tersebar di 137 titik lokasi pengungsian," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima detikcom beberapa hari lalu.



(up/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads