Jika Merasa Lebih Pendek, Orang Jadi Mudah 'Parno'

Jika Merasa Lebih Pendek, Orang Jadi Mudah 'Parno'

Muamaroh Husnantiya - detikHealth
Senin, 03 Feb 2014 07:32 WIB
Jika Merasa Lebih Pendek, Orang Jadi Mudah Parno
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Oxford - Orang-orang mengalami masalah sosial jika merasa memiliki tubuh lebih pendek dari lainnya. Jika merasa tubuh lebih pendek, orang menjadi mudah paranoia, mudah rendah diri, dan menjadi terlalu curiga. Demikian menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychiatry Research pada Rabu lalu.

Dalam jurnal itu disebutkan bahwa orang yang merasa dirinya lebih pendek, padahal sesungguhnya tidak sependek apa yang ia bayangkan, seolah merasa dirinya lebih buruk. Orang itu juga akan selalu was-was karena menganggap orang lain berusaha untuk menyakiti mereka.

"Bertubuh tinggi diasosiasikan dengan karir yang lebih hebat dan kesuksesan dalam hubungan. Tinggi menunjukkan kekuasaan, kita merasa lebih tinggi saat merasa lebih berkuasa," ungap Daniel Freeman, pimpinan studi dari Universitas Oxford, seperti dikutip dari Reuters, Senin (3/2/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memaparkan bahwa dalam eksperimennya, ketika tinggi seseorang berkurang, orang tersebut menjadi rendah diri dan terlalu curiga. Meski masih dalam simulasi realita-virtual, Freeman yakin orang-orang di dunia nyata memiliki perilaku yang sama.

Tim Freeman melakukan tes pada 60 wanita dewasa yang cenderung memiliki pikiran curiga. Wanita-wanita itu kemudian naik kereta bawah tanah virtual dengan penumpang-penumpang lain yang juga virtual. Simulasi kereta bawah tanah itu dibuat semirip mungkin dengan kenyataan.

Partisipan mendapat dua perjalanan. Pada perjalanan pertama, tinggi partisipan dibuat sama seperti yang sebenarnya. Sedangkan pada perjalanan kedua, tinggi mereka dikurangi sekitar 25 senti. Sedangkan para penumpang virtual dibuat memiliki tinggi normal pada dua perjalanan itu.

Sebagian partisipan tidak menyadari adanya perubahan tinggi pada perjalanan kedua. Tapi kebanyakan dari mereka mengaku merasakan perasaan tidak enak seperti merasa tidak kompeten, tidak disukai, dan inferior.

Emosi negatif itu menyebabkan ketakutan berlebih atau paranoia terhadap penumpang lain, termasuk cenderung berpikir ada seseorang di kereta yang sedang menatap, memiliki niat buruk, atau mencoba mengganggu.

"Ini memberikan kunci untuk penanganan paranoia, menunjukkan bahwa curiga berlebih terhadap orang lain secara langsung dibentuk oleh perasaan negatif tentang diri sendiri," kata Freeman.

Penelitian ini bukan mendiskriminasikan orang-orang yang lebih pendek, melainkan menunjukkan bagaimana rasa rendah diri dapat mengakibatkan paranoia. Seperti yang telah diketahi, ungkap peneliti, paranoia adalah masalah kesehatan mental yang serius.

(vit/vit)

Berita Terkait