Takut Kualat, Kanker Masih Dianggap Tabu untuk Diobrolkan

Takut Kualat, Kanker Masih Dianggap Tabu untuk Diobrolkan

- detikHealth
Senin, 03 Feb 2014 12:22 WIB
Takut Kualat, Kanker Masih Dianggap Tabu untuk Diobrolkan
Foto: Uyung/detikHealth
Jakarta - Bukan hanya seks yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Salah satu penyakit mematikan, yakni kanker, juga masih dianggap tabu karena dianggap bisa kualat kalau membicarakannya. Akibatnya, pencegahan susah dilakukan.

Mitos bahwa kanker adalah hal yang tabu untuk dibicarakan menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari. Prof Soehartati dari Departemen Radiologi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) menegaskan anggapan tersebut harus diluruskan.

"37 Persen kanker bisa dikontrol kalau terdeteksi sejak dini," kata Prof Tati, demikian ia biasa disapa, dalam temu media 'Debunk the Myths' di RSCM, Senin (3/2/2014).

Anggapan tabu untuk membicarakan kanker antara lain tampak jika seseorang menyarankan untuk periksa kanker, ketika kerabatnya sakit. Seolah-olah, anjuran untuk periksa atau deteksi dini kanker ibarat 'nyumpahin' untuk kena kanker.

Padahal menurut Prof Tati, pemeriksaan penting dilakukan untuk mendeteksi kanker sedini mungkin. Makin dini kanker terdeteksi, makin besar pula peluang untuk mengontrolnya. Tindakan pencegahan pun akan lebih mudah dilakukan, kalau semua orang terbuka untuk membicarakan kanker.

Selengkapnya, ada 4 mitos yang menjadi perhatian dalam peringatan Hari Kanker Sedunia tahun ini. Keempatnya adalah sebagai berikut:

1. Mitos bahwa membicarakan kanker adalah tabu
2. Mitos bahwa kanker menyerang tanpa gejala sama sekali
3. Mitos bahwa kanker adalah takdir, tidak ada yang bisa dilakukan kalau sudah terkena
4. Mitos bahwa pengobatan kanker hanya hak orang-orang tertentu.

(up/vit)

Berita Terkait