"Rokok besar sekali pengaruhnya. Terutama untuk jenis kanker paru tertentu, menjadi susah ditangani," kata Prof Soehartati Gondhowiardjo, PhD, Kepala Departemen Radioterapi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), saat ditemui di RSCM, Senin (3/2/2014).
Dokter yang akrab disapa Prof Tati ini mengatakan ada jenis kanker paru tertentu yang sulit ditangani apabila pasiennya adalah perokok. Sifat kanker paru jenis tersebut membuatnya sulit diterapi dengan pengobatan first line jika sudah terpapar racun rokok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Prof Tati mengingatkan bahwa bahaya rokok tidak hanya berhubungan dengan kanker, baik paru maupun jenis kanker lainnya. Secara umum, rokok merupakan faktor risiko bagi berbagai jenis penyakit mematikan termasuk di antaranya penyakit jantung dan pembuluh darah.
Mengenai pencegahan kanker sendiri, Prof Tati menilai masih banyak mitos-mitos menyesatkan yang beredar di masyarakat. Di antaranya adalah anggapan bahwa kanker adalah takdir dan tabu untuk dibicarakan. Akibatnya, deteksi dini tidak berjalan dan kebanyakan pasien datang saat kanker yang dideritanya sudah terlanjur parah.
(up/)










































