Pada Jenis Kanker Paru Tertentu, Perokok Paling Susah Diterapi

Pada Jenis Kanker Paru Tertentu, Perokok Paling Susah Diterapi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 03 Feb 2014 15:15 WIB
Pada Jenis Kanker Paru Tertentu, Perokok Paling Susah Diterapi
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Bukan hal yang mengejutkan memang, bila rokok dikaitkan dengan risiko seseorang terkena kanker. Menurut seorang ahli radioterapi, bukan cuma meningkatkan risiko terkena kanker, rokok juga membuat pengobatannya menjadi lebih sulit.

"Rokok besar sekali pengaruhnya. Terutama untuk jenis kanker paru tertentu, menjadi susah ditangani," kata Prof Soehartati Gondhowiardjo, PhD, Kepala Departemen Radioterapi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), saat ditemui di RSCM, Senin (3/2/2014).

Dokter yang akrab disapa Prof Tati ini mengatakan ada jenis kanker paru tertentu yang sulit ditangani apabila pasiennya adalah perokok. Sifat kanker paru jenis tersebut membuatnya sulit diterapi dengan pengobatan first line jika sudah terpapar racun rokok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanker paru sendiri menempati urutan ke-3 jenis kanker yang paling banyak ditangani Prof Tati di Departemen Radioterapi RSCM. Urutan pertama adalah kanker serviks atau leher rahim, diikuti dengan kanker payudara di urutan kedua. Jenis kanker lain yang juga banyak ditangani di RSCM adalah kanker nasofaring dan kanker usus besar.

Namun demikian, Prof Tati mengingatkan bahwa bahaya rokok tidak hanya berhubungan dengan kanker, baik paru maupun jenis kanker lainnya. Secara umum, rokok merupakan faktor risiko bagi berbagai jenis penyakit mematikan termasuk di antaranya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Mengenai pencegahan kanker sendiri, Prof Tati menilai masih banyak mitos-mitos menyesatkan yang beredar di masyarakat. Di antaranya adalah anggapan bahwa kanker adalah takdir dan tabu untuk dibicarakan. Akibatnya, deteksi dini tidak berjalan dan kebanyakan pasien datang saat kanker yang dideritanya sudah terlanjur parah.

(up/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads