Hal ini dikemukakan tim peneliti dari University of Southern California, University of Leuven dan University of California, Santa Barbara setelah mengamati sejumlah partisipan yang diminta melakukan tugas-tugas yang menyebabkan stres (seperti memberi pidato) secara berpasangan.
Tingkat emosi masing-masing orang juga diukur, begitu pula dengan 'tingkat ancaman' yang diterima partisipan terkait tugas yang diberikan kepada mereka. Dari situ ternyata diperoleh fakta bahwa makin serupa kondisi emosional kedua partisipan yang berpasangan, makin besar penurunan kadar hormon stres mereka ketika dihadapkan pada tugas yang diberikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan menurut peneliti, kondisi serupa juga berlaku untuk situasi nyata seperti ketika tengah mempersiapkan presentasi kerja.
"Misalkan ketika Anda diharuskan membuat presentasi untuk sebuah proyek penting, maka akan ada situasi yang membuat Anda merasa terancam dan stres Anda jadi meningkat dibuatnya. Namun sekadar curhat atau berbicara dengan kolega yang merasakan emosi yang sama ternyata dapat membantu menurunkan tingkat stres itu," papar salah satu peneliti Sarah Townsend, seperti dilansir Huffingtonpost, Senin (3/2/2014).
Tapi jangan keliru mengartikan temuan ini. Penelitian yang dilakukan sebelumnya mengungkap mendiskusikan masalah secara berlebihan dengan teman, utamanya dengan cara yang negatif, misal sambil mengedepankan pembahasan tentang kerugian yang diakibatkan oleh masalah, justru bisa menambah tingkat stres Anda.










































