Setelah Mengalami Keputihan 3 Bulan, Niniek Kena Kanker Serviks

Hari Kanker Sedunia

Setelah Mengalami Keputihan 3 Bulan, Niniek Kena Kanker Serviks

- detikHealth
Selasa, 04 Feb 2014 18:02 WIB
Setelah Mengalami Keputihan 3 Bulan, Niniek Kena Kanker Serviks
Niniek Yumarwati (Foto: dian/detikHealth)
Jakarta - Keputihan terutama sebelum atau setelah menstruasi memang hal yang lumrah terjadi pada wanita. Itulah yang awalnya ada di benak Niniek Yumarwati (64). Namun siapa sangka, keputihan yang dialami Niniek selama kurang lebih tiga bulan justru menjadi gejala kanker serviks.

"Cairan keputihannya bening dan encer, tulang ekor saya juga panas, saya kira ya karena efek samping menstruasi. Sudah minum berbagai macam jamu dan obat tapi tidak hilang-hilang," kisah Niniek di sela-sela temu media 'Kanker dan Upaya Pengendaliannya' di kantor Kemenkes, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2014).

Kondisi itu terjadi tahun 1982 di mana wanita asal Yogyakarta ini masih berusia 32 tahun. Karena keputihan tak kunjung hilang, ia pun melakukan pemeriksaan pap smear dan biopsi. Benar saja, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Niniek terkena kanker serviks stadium 2B.

"Waktu itu dokternya kebetulan di RSCM galak tapi saya tahu itu karena dia perhatian. Dokter bilang kalau nggak periksa tiga bulan lagi saja, wah sudah fatal kondisi saya. Saat itu saya kalut, gimana nggak, anak masih kecil yang paling besar baru umur 12 tahun, suami sedang dinas ke Swedia," tutur Niniek.

Kebetulan, saat itu Niniek berkonsultasi dengan empat dokter. Tiga dokter menyuruhnya melakukan operasi. Namun, dengan pertimbangan tak ada suami dan anak masih kecil-kecil, ibu empat anak ini pun memilih menjalani radiasi karena saat itu belum ada kemoterapi.

Radiasi dalam dijalani Niniek dua kali. Prosedurnya, selama tiga hari ia berada di rumah sakit kemudian seminggu pulang. Selama tiga hari tersebut, Niniek menggunakan kateter dan tidak boleh ditunggui siapa-siapa. Niniek mengibaratkan dirinya diisolasi. Saat radiasi dalam, di bagian vaginanya juga dimasukkan sesuatu yang Niniek sendiri tak tahu apa itu.

"Kemudian radiasi luar 25 kali. Itu badan saya disinari dengan posisi telentang atau tengkurap," ujarnya.

Selama penyembuhan, semua obat dari dokter diminum secara rutin oleh Niniek. Tapi, ia mengaku menambahkan dengan jus yang terdiri dari susu, kunyit, wortel, tomat, dan kentang yang sebelumnya direndam air hangat. Kemudian bahan-bahan tersebut dijus dan ditambahkan madu dan telur ayam kampung. "Selama 40 hari diminum saya merasa tubuh segar dan kuat," katanya.

Selain jus tersebut, Niniek juga mengonsumsi daun benalu jeruk yang dikeringkan lalu direbus kemudian airnya diminum. Obat herbal tersebut didapat Niniek dari istri teman suaminnya yang ada di Palangkaraya dan kena kanker rahimn stadium 4.

Menanggapi obat herbal yang dikonsumsi Niniek, dr Drajat R Suardi, SpB(K) Onk dari Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) mengatakan awalnya perlu dicari zat aktif apa yang ada di dalam tanaman lalu berapa kadarnya. "Kita nggak anti terhadap herbal kok. Kalau penyakit medis ya obati secara medis, kalau mau pake yang lain boleh tapi sebagai tambahan saja," kata dr Drajat.

"Saya alhamdulillah merasa lebih baik. Setelah setahun berobat minum obat dari dokter dan tambahan itu lagi saya sudah mulai mengajar senam lagi. Lalu cek tiap seminggu sekali, tiga minggu, sebulan, tiga bulan, satu tahun, dan cek tahun lalu sudah tidak ada," kata Niniek.

Selama berjuang melawan kanker serviks, Niniek merasa sangat termotivasi dengan semangat yang diberikan dokter yang menanganinya bahwa Niniek tidak boleh merasa sedang sakit. Selain itu, kasih sayang dari orang-orang terdekat juga dirasa Niniek bisa jadi obat manjur. Selama pengobatan, ia pun makan apa saja terutama memperbanyak sayur dan buah, kemudian tidak mengonsumsi makanan kaleng.

"Gejala itu cenderung nggak ada makanya kalau wanita mengalami keputihan lebih dari sepuluh hari segera cek bisa dengan pap smear atau IVA. Kalau yang sudah menikah jagalah kebersihan alat vital terutama saat berhubungan intim, sebelumnya kalau bisa mandi dulu," pungkas wanita yang juga aktif di Cancer Information and Support Center (CISC) ini.


(rdn/vit)

Berita Terkait