Rabu, 05 Feb 2014 08:32 WIB

Botak? Tak Usah Cemas, Ilmuwan Temukan Suntikan Penumbuh Rambut

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Kebotakan dapat menyedot tingkat kepercayaan diri seseorang hingga habis tak bersisa. Kini Anda tak perlu cemas atau khawatir berlebih jika mengalami kebotakan. Sebab ilmuwan telah menemukan cara baru untuk menumbuhkan kembali rambut yang botak.

Dalam waktu dekat ini, para ilmuwan akan mampu menumbuhkan rambut pada kepala yang botak. Orang tak perlu lagi melakukan transplantasi rambut untuk menyembuhkan kebotakan. Para peneliti itu sukses menciptakan rambut baru di laboratorium dengan menggunakan sel-sel kecil pemicu pertumbuhan rambut.

Papila dermal, sel-sel kecil itu, ditemukan di dasar folikel di bawah kulit tempat rambut tumbuh. Papila dermal menyediakan makanan bagi folikel. Peneliti mengambil sel-sel itu dari jaringan donor dan membudidayakannya di laboratorium sebelum disuntikkan pada kulit yang ingin ditumbuhi rambut.

Teknik itu telah sukses menumbuhkan akar rambut baru pada hewan dan kini sedang diujicobakan pada manusia. Demikian dilansir Daily Mail dan ditulis pada Rabu (5/2/2014).

Jenis utama kerontokan rambut adalah alopecia androgenetic, atau kerontokan yang bisa menimpa laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, pola kebotakan pria dan pola kebotakan wanita sangat berbeda.

Pada pria, kebotakan dimulai dari bagian atas dan dapat menimpa segala usia. Secara perlahan akan terbentuk garis rambut berbentuk huruf 'M'. Kemudian rambut pada bagian atas kepala akan semakin menipis, lantas terjadilah kebotakan.

Kebotakan pada wanita ditandai dengan penipisan rambut pada daerah belahan rambut kepala. Hal itu kemudian diikuti dengan kerontokan yang semakin meluas pada bagian atas kepala dan kemudian terjadilah kebotakan. Meskipun demikian, kebotakan pada wanita sangat jarang terjadi.

Kebotakan pada pria biasanya merupakan faktor keturunan dan disebabkan oleh folikel yang terlalu peka pada dihidrotertoteron, zat yang diproduksi oleh hormon testoteron. Akibat sensitifitas itu, folikel menyusut dan berhenti berfungsi. Kemungkinan lain penyebab kebotakan adalah stres fisik maupun emosional. Pengobatan depresi, jerawat, penyakit jantung, kolesterol tinggi, maag, asam urat, serta pil KB juga dapat memicu kebotakan pada pria.

Meski beberapa obat digadang mampu memperlambat kerontokan rambut, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan kebotakan pada pria. Salep minoxidil, misalnya. Salep itu diaplikasikan pada kulit kepala dan dapat merangsang pertumbuhan rambut setelah 12 minggu.

Solusi yang lain adalah dengan transplantasi rambut yang membutuhkan biaya mahal. Pada proses operasi transplantasi, rambut pada lokasi yang lebat diambil dan kemudian dibagi ke dalam grup-grup kecil untuk ditanamkan pada area yang botak.

Sedang pada teknik baru, ilmuwan memberikan folikel baru bukannya memindahkan rambut dari satu lokasi ke lokasi lain. Sebelumnya, percobaan telah sukses menumbuhkan rambut manusia pada tikus. Kini, percobaan pertama pada manusia sedang dilakukan di Taiwan dengan 400 pria dan wanita sebagai partisipan.

Teknik baru tersebut digadang cocok untuk orang yang memiliki sedikit folikel dan mereka yang memiliki pola kerontokan wanita. Tak hanya itu, teknik tersebut dapat mengatasi kebotakan pada bekas luka dan kerontokan akibat luka bakar.



(vit/vit)