Ini Keuntungan Transplantasi Ginjal bagi Pasien Gagal Ginjal

Ini Keuntungan Transplantasi Ginjal bagi Pasien Gagal Ginjal

- detikHealth
Rabu, 05 Feb 2014 15:13 WIB
Ini Keuntungan Transplantasi Ginjal bagi Pasien Gagal Ginjal
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Penanganan pasien dengan penyakit ginjal atau gagal ginjal kronik memang tidak dapat dilakukan dengan mudah, terutama jika ginjalnya sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Jika masih bisa berfungsi, ginjal masih bisa dinaikkan fungsinya dengan pola hidup sehat atau obat-obatan dari dokter. Namun bagaimana jika tidak berfungsi?

"Ada tiga metode untuk penanganan pasien yang ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan baik. Hemodialisis, peritoneal dialisis, dan transplantasi atau cangkok ginjal," ujar Prof DR dr Endang Susalit, SpPD-KGH dalam acara Konfrensi Pers RSCM sukses lakukan 100 transplantasi ginjal dengan teknik laparoskopi dalam 2 tahun di RSCM Kencana, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2014).

Hemodialisis atau yang lebih dikenal dengan cuci darah, adalah proses pembersihan darah menggunakan mesin. Idealnya pengobatan ini dilakukan dua kali dalam seminggu. Selain harus dilakukan di rumah sakit, biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit.

Peritoneal dialisis adalah metode pembuangan racun menggunakan cairan khusus yang dimasukkan kedalam perut. Proses ini bisa dilakukan sendiri, namun harus dilakukan selama berjam-jam. Cairan di perut harus didiamkan untuk menyerap racun. Belum lagi proses ini harus dilakukan 4 kali dalam sehari.

"Untuk itulah lebih baik melakukan transplantasi atau cangkok ginjal," ujar profesor yang juga guru besar departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM ini.

Ia pun memaparkan bahwa transplantasi mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan hemodialisis dan peritoneal dialisis. Pertama, angka harapan hidup untuk pasien transplantasi ginjal lebih tinggi daripada pasien dengan hemodialisis atau peritoneal dialisis. Untuk segi ekonomi, biaya pengobatan secara akumulatif juga lebih murah karena proses transplantasi hanya dilakukan sekali.

"Kalau dengan HD (hemodialisis) kan jadi ketergantungan mesin. Seminggu dua kali harus keluar biaya," pungkas Prof Endang.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2007, angka prevalensi gagal ginjal diperkirakan 400 orang per 1 juta penduduk. Dari data tersebut juga bisa diprediksi sebanyak 25.000 pasien baru gagal ginjal setiap tahunnya.

(up/vit)

Berita Terkait