Banyak Diminati, Ini Kelebihan Cangkok Ginjal dengan Laparoskopi

Banyak Diminati, Ini Kelebihan Cangkok Ginjal dengan Laparoskopi

- detikHealth
Rabu, 05 Feb 2014 17:34 WIB
Banyak Diminati, Ini Kelebihan Cangkok Ginjal dengan Laparoskopi
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Transplantasi ginjal menjadi cara paling efektif untuk penyembuhan gagal ginjal dibandingkan dengan hemodialisis (cuci darah dengan mesin) atau peritoneal dialisis (melakukan sendiri namun butuh banyak cairan). Karena selain lebih hemat biaya, pasien juga hanya melakukan satu kali operasi tanpa harus ketergantungan pada mesin.

Berdasarkan data yang dimiliki RS Cipto Mangunkusumo, ada tren kenaikan jumlah pasien yang melakukan transplantasi ginjal. Pada tahun 2010, jumlah pasien yang melakukan transplantasi hanya 16 orang, namun pada tahun 2012 meningkat tajam menjadi 60 orang dan tahun 2013 menjadi 77 orang.

Ketua Divisi Ginjal dan Hipertensi Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof dr Endang Susalit, SpPD-KGEH mengatakan bahwa salah satu penyebab kenaikan angka tersebut adalah sudah dilakukannya transplantasi ginjal dengan teknik laparoskopi di RSCM. Apa itu?

"Teknik laparoskopi adalah teknik pengangkatan ginjal dari donor dengan rasa nyeri yang lebih sedikit dibandingkan dengan teknik open atau terbuka," ujarnya pada acara Konferensi Pers RSCM Sukses lakukan 100 transplantasi ginjal dengan teknik laparoskopi dalam 2 tahun di RSCM Kencana, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2014).

Lebih jelasnya, dr Chaidir A. Mochtar, SpU, Phd menjelaskan bahwa rasa sakit atau nyeri pada pendonor berkurang karena dokter tidak memotong otot seperti yang dilakukan pada operasi terbuka.

"Jadi laparoskopi ini sudah digunakan untuk pengangkatan tumor. Prosedurnya perut pasien dilubangi kira-kira 4 buah untuk memasukkan kamera mini yang berfungsi sebagai mata dokter. Sehingga bekas luka lebih kecil dan rasa sakit juga lebih kecil," papar dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Urologi Indonesia ini.

Pada teknik laparoskopi, otot tidak dipotong karena dokter melakukan pembedahan dengan melihat ke layar monitor yang berhubungan dengan kamera kecil yang dimasukkan ke tubuh melalui lubang yang dibuat sebelumnya. Sehingga untuk melihat dan mengangkat ginjal dari donor hanya memerlukan waktu tidak sampai 5 menit.

Keuntungan lain yang didapat dengan menggunakan teknik laparoskopi adalah masa penyembuhan yang lebih cepat. Hal ini terjadi karena nyeri pada pasien berkurang akibat tidak adanya otot yang dipotong. Dari 100 transplantasi dengan laparoskopi, Visual Analog Score untuk Nyeri luka operasi ada di angka 2,1 untuk skala 1-10.

Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat sudah 30% kegiatan transplantasi ginjal menggunakan teknik laparoskopi. Sementara di RSCM, laparoskopi untuk ginjal baru dilaksanakan dari tahun 2011.

(up/up)

Berita Terkait