Tempat-tempat Ini Rawan Tularkan Penyakit, Siapkan Penangkalnya

Tempat-tempat Ini Rawan Tularkan Penyakit, Siapkan Penangkalnya

- detikHealth
Jumat, 07 Feb 2014 09:25 WIB
Tempat-tempat Ini Rawan Tularkan Penyakit, Siapkan Penangkalnya
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Kebersihan tempat-tempat yang sering disinggahi dalam waktu lama seperti rumah dan meja kerja biasanya menjadi prioritas banyak orang. Tapi mungkin tak banyak yang menyadari bila terkadang meski sudah dibersihkan, masih saja ada kuman-kuman bandel yang menempel.

Setidaknya sebagai bentuk antisipasi, Anda harus tahu dulu tempat-tempat mana saja yang paling banyak tercemar bakteri dan menjadi penyebab Anda mendadak jatuh sakit, seperti halnya dilansir Men's Health, Jumat (7/2/2014) berikut ini.

1. Tempat kerja
Di sini tempat paling kotor adalah meja kerja dan pintu kulkas kantor. Sebuah riset dari University of Arizona menemukan meja kerja memiliki jumlah dan ragam bakteri jauh lebih banyak daripada dudukan toilet di dalam gedung yang sama.

Sedangkan untuk pintu kulkas kantor, American Dietic Association mengatakan ini karena kulkas tersebut jarang dibersihkan. Peneliti bahkan menemukan hanya 44 persen kulkas kantor yang dibersihkan, itupun sebulan sekali, dan 22 persen lainnya malah hanya dibersihkan sekali dalam setahun.

Solusi: Rutin lap ponsel, keyboard, monitor, dan meja kerja Anda dengan cairan disinfektan, sedikitnya satu kali sehari. Dan hindari makan di depan komputer karena remah-remah yang tertinggal bisa mengundang bakteri menempel.

Yang tak kalah penting jangan lupa mencuci tangan sebelum makan, terutama setelah memegang atau membuka-buka kulkas di kantor.

2. Toilet umum
Di toilet umum saja, tim peneliti dari University of Colorado dapat menemukan 19 jenis bakteri berbeda, termasuk staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik. Namun studi lain mengatakan yang paling banyak kumannya adalah wastafel karena kelembabannya memudahkan mikroorganisme tinggal dan berkembang biak di sana.

Tak hanya wastafel, pengering tangan ternyata juga dapat menambah jumlah bakteri di kulit seseorang hingga lebih dari 45 persen saat digunakan.

Solusi: Tiap kali selesai mencuci tangan di wastafel, jangan keringkan tangan dengan mesin pengering. Gunakan saja handuk kertas.

3. Bank
Riset dari Michigan State University menemukan setiap tombol yang ada di mesin ATM rata-rata dihuni sekitar 1.200 kuman, termasuk E. coli dan virus penyebab flu. Ancaman lain juga datang dari uang tunai yang konon per lembarnya diketahui rata-rata mengandung 26.000 bakteri.

Solusi: Selalu siapkan hand sanitizer di mobil atau tas Anda, dan oleskan seketika Anda keluar dari bank atau menarik uang di ATM.

4. Swalayan
Keranjang bisa jadi sarang kuman karena di samping digunakan banyak orang, bahan makanan seperti daging mentah bisa saja meninggalkan bakteri di keranjang belanjaan. Hal serupa juga berlaku untuk tas belanja yang bisa dipakai berulang kali.

Penggunaan tas belanja seperti ini mungkin lebih ramah lingkungan, tapi Anda bisa saja memindahkan kuman dari satu tempat ke tempat lain ketika membawa tas ini karena menurut sebuah studi 90 persen orang tidak mencuci tas belanjanya secara rutin.

Solusi: Cucilah tas belanjaan Anda secara rutin, termasuk cuci tangan Anda setelah menggunakannya. Yang tak kalah penting, gunakan tas terpisah untuk daging dan sayur agar kumannya tidak berseberangan atau tumpang-tindih.

5. Kamar hotel
Dari studi yang dilakukan University of Houston terungkap bahwa remote TV dan saklar lampu adalah dua benda yang paling banyak tercemar kuman di dalam kamar hotel.

Solusi: Setiap kali menginap di hotel, pastikan Anda membawa alat pembersih atau tisu sendiri untuk mengelap permukaan benda apapun yang Anda pegang selama berada di sana.

6. Gym
Ternyata 63 persen virus penyebab flu bersumber dari berbagai peralatan yang ada di gym. Bahkan peneliti juga menemukan bila alat berat tercemar lebih banyak bakteri dibandingkan peralatan aerobik, yaitu 73 persen versus 51 persen.

Ini belum seberapa. Yang paling buruk mengoleskan cairan disinfektan ke peralatan-peralatan itu sebanyak dua kali seharipun tak dapat mengurangi jumlah virus yang menempel di sana karena dipakai bergantian oleh banyak orang.

Solusi: Selalu sedia hand sanitizer di manapun Anda berada.

(lil/vit)

Berita Terkait