Dengan Membutakan Mata Sementara, Ilmuwan Yakin Tuli Bisa Diatasi

Dengan Membutakan Mata Sementara, Ilmuwan Yakin Tuli Bisa Diatasi

- detikHealth
Jumat, 07 Feb 2014 13:30 WIB
Dengan Membutakan Mata Sementara, Ilmuwan Yakin Tuli Bisa Diatasi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Maryland - Orang mengatakan hilangnya satu indra akan menyebabkan indra lain menjadi lebih peka. Rupanya pernyataan itu benar adanya.

Baru-baru ini sebuah penelitian di Universitas Hopkins telah membuktikan bahwa hilangya satu indra akan memicu kepekaan dari indra lain. Dalam penelitian itu, para ilmuwan menggunakan tikus sebagai objek percobaan. Setelah tikus-tikus itu diletakkan di tempat gelap, pendengaran tikus-tikus itu menjadi lebih baik.

Meski terdengar ganjil, percobaan itu membuka jalan baru untuk menangani masalah pendengaran seperti ketulian. Solusi berdasar penelitian, para tunarungu akan dibutakan sementara atau ditutup matanya agar pendengaran mereka membaik.

Temuan tersebut mendukung gagasan bahwa jika satu indra, semisal penglihatan, rusak, maka indra yang lain menjadi lebih tajam untuk mengompensasi hilangnya informasi. Fakta ini menjelaskan mengapa musisi buta, seperti Stevie Wonder dan Ray Charles justru menghasilkan karya-karya genius.

Dalam penelitian itu, tikus-tikus yang sehat diletakkan di tempat yang sangat gelap selama seminggu sebagai simulasi efek kebutaan. Hewan-hewan itu kemudian dikembalikan lagi ke tempat bercahaya normal. Setelahnya, kemampuan penglihatan dan pendengaran mereka dites.

Apa yang terjadi kemudian? Ternyata penglihatan tikus-tikus itu sama seperti sebelumnya. Namun, indra pendengaran mereka menjadi lebih baik. Demikian dilaporkan dalam jurnal Neuron sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Jumat (7/2/2014).

Tes menunjukkan adanya perubahan pada bagian otak yang memproses nada dan tingkat kekerasan suara. Sel-sel kunci pendengaran tersebut bekerja lebih cepat dan lebih kuat, padahal normalnya sel-sel itu tidak berubah ketika seseorang telah dewasa. Tak hanya itu, sel-sel pendengaran menjadi lebih sensitif terhadap suara lirih dan dapat membedakan suara satu dan lainnya dengan lebih baik. Otak juga memproduksi lebih banyak alur penghubung antara bagian pendengaran dengan area kontrol indra.

"Penelitian kami membuktikan bahwa tidak memiliki indra penglihatan membuat pendengaran terhadap suara yang lirih menjadi lebih baik dan dapat membedakan nada," ungkap Hey-Kyoung Lee, salah satu peneliti dari Universitas Hopkins, Baltimore.

"Menurut pendapat saya, bagian paling keren dari hasil kerja kami adalah, bahwa kehilangan salah satu indra, misalnya penglihatan, dapat meningkatkan kinerja indra yang tersisa. Pada kasus ini dengan mengubah sirkuit otak yang biasanya tidak mudah dilakukan pada orang dewasa," tambahnya.

Meski baru diujicobakan pada tikus, ilmuwan yakin cara ini dapat membantu mereka yang pendengarannya terganggu. Sebab ada kesamaan struktur penting otak objek percobaan dengan otak manusia. Agar mendapat efek perubahan yang permanen, peneliti masih harus melakukan kajian lebih lanjut.

(vit/vit)

Berita Terkait