Sejak usia 23 tahun, Leonie mengalami Human Seminal Plasma Hypersensitivity yang menyebabkan vaginanya bengkak, nyeri, iritasi, dan terasa terbakar selama berhubungan seksual. Ia tak tahu penyebab kondisinya itu.
"Aku sudah mengalaminya 27 tahun dan aku butuh dokter untuk bisa memberi jawaban atas keadaanku ini. Waktu itu belum banyak diketahui tentang penyakit ini hingga butuh waktu 2,5 tahun bagiku dibantu lima dokter untuk mendiagnosa penyakit ini," papar Leonie.
Kondisi makin parah ketika Leonie mangalami perdarahan di vaginanya. Ia pun pergi ke dokter kandungan dan saat itu ia didiagnosa mengalami alergi terhadap sperma. Apalagi, saat itu dokter mengatakan kondisi Leonie tidak bisa disembuhkan. Dokter menyarankan Leonie untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim tapi lateks pada kondom justru menimbulkan alergi yang lain.
Mengetahui hal itu, Leonie dan sang suami pasrah lalu memutuskan untuk bercerai. Namun, tak menyerah sampai di situ, Leonie mencoba pengobatan alami untuk mengatasi kondisinya. Ia bertekad untuk menyembuhkan fisiknya dengan menghentikan sistem imun yang menyerang protein dalam tubuhnya hingga menimbulkan alergi.
"Aku hidup dengan rasa sakit terus menerus selama tujuh tahun terakhir. Tepatnya delapan tahun setelah didiagnosis, ada produk di Australia yang bisa mematikan respons autoimun dan setelah mengonsumsinya aku bisa mengatasi alergi sperma yang kualami," kisah Leonie, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (7/2/2014).
Dari pengalamannya itu, Leonie menulis buku 'Making Sense of the Insensible: The Ten Injustices of Our Life Lessons'. Ia berharap orang akan banyak yang membaca bukunya dan mendapat wawasan serta pengetahuan agar tetap termotivasi untuk menjalani kehidupan rumah tangganya.
Diakui Leonie saat ini adalah perjalan luar biasanya selama 25 tahun lebih hidup dengan Human Seminal Plasma Hypersensitivity. Meskipun kesempatannya untuk memiliki anak sudah sirna, ia berharap masih bisa memiliki anak dari wanita-wanita lain. Dalam artian, ia ingin wanita yang mengalami hal serupa dengannya bisa mengatasi alergi tersebut hingga kesempatan mereka memiliki anak masih ada.
Human Seminal Plasma Hypersensitivity mempengaruhi sekitar 12 persen wanita di mana gejalanya termasuk gatal, kemerahan, bengkak dan nyeri di vagina, dan terkadang sulit bernapas. Pada kasus yang parah, sakit luar biasa usai berhubungan seks yang muncul 5-30 menit setelah berhubungan seks bisa terjadi sampai berhari-hari. Untuk mengatasi hal ini, dokter menyarankan pria menggunakan kondom saat berhubungan intim tapi jelas hal ini bermasalah bagi pasangan yang ingin mendapatkan momongan.
(rdn/vit)











































