Awas Kanker! Payudara Besar Harus Lebih Sering Diperiksa

Awas Kanker! Payudara Besar Harus Lebih Sering Diperiksa

- detikHealth
Senin, 10 Feb 2014 10:32 WIB
Awas Kanker! Payudara Besar Harus Lebih Sering Diperiksa
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Kanker payudara termasuk jenis kanker paling banyak menyerang wanita. Seperti halnya jenis kanker yang lain, kanker payudara memiliki faktor risiko yang membuat orang-orang tertentu lebih rentan dibanding yang lain.

Karena susah memprediksi siapa yang akhirnya akan kena kanker, deteksi dini menjadi satu-satunya pencegahan paling efektif hingga saat ini. Tidak benar-benar mencegah memang, tetapi paling tidak kalaupun kena kanker maka bisa diobati sejak awal sehingga peluang kesembuhannya lebih besar.

Semua orang, khususnya perempuan perlu sering-sering melakukan pemeriksaan payudara. Banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari mamogram hingga yang paling mudah adalah 'SADARI' atau periksa payudara sendiri.

Disampaikan oleh dr Walta Gautama, SpB(K)Onk, Kepala Unit Deteksi Dini dari RS Kanker Dharmais, perempuan yang mengalami salah satu dari 5 kondisi berikut ini lebih rentan terkena kanker payudara. Karenanya, mereka dianjurkan untuk lebih rajin memeriksa payudaranya.


Ilustrasi (dok: Thinkstock)

1. Ukuran payudara besar

"Jangan terlalu bangga dulu punya badan ramping dengan payudara besar. Ukuran payudara yang besar biasanya lebih rentan terkena kanker," kata dr Walta dalam peringatan hari kanker sedunia di Putri Duyung Ancol, Jakarta, seperti ditulis pada Senin (10/2/2014).

Menurut dr Walta, ukuran payudara pada perempuan bertumbuh ramping yang besar menunjukkan adanya pengaruh esterogen yang besar. Hormon yang sama juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Tentu saja tidak berlaku jika ukuran payudaranya membesar karena tubuhnya juga gemuk.

1. Ukuran payudara besar

"Jangan terlalu bangga dulu punya badan ramping dengan payudara besar. Ukuran payudara yang besar biasanya lebih rentan terkena kanker," kata dr Walta dalam peringatan hari kanker sedunia di Putri Duyung Ancol, Jakarta, seperti ditulis pada Senin (10/2/2014).

Menurut dr Walta, ukuran payudara pada perempuan bertumbuh ramping yang besar menunjukkan adanya pengaruh esterogen yang besar. Hormon yang sama juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Tentu saja tidak berlaku jika ukuran payudaranya membesar karena tubuhnya juga gemuk.

2. Ada kerabat yang kena kanker payudara di usia muda

Menurut dr Walta, faktor risiko yang juga harus diwaspadai adalah riwayat keluarga. Jika ada kerabat atau anggota keluarga terkena kanker payudara di bawah usia 40 tahun, maka perempuan dianjurkan untuk lebih sering memeriksa payudaranya sendiri atau ke dokter.

2. Ada kerabat yang kena kanker payudara di usia muda

Menurut dr Walta, faktor risiko yang juga harus diwaspadai adalah riwayat keluarga. Jika ada kerabat atau anggota keluarga terkena kanker payudara di bawah usia 40 tahun, maka perempuan dianjurkan untuk lebih sering memeriksa payudaranya sendiri atau ke dokter.

3. Ada kerabat kena kanker payudara kanan-kiri sekaligus

Adanya riwayat kanker payudara yang menyerang sisi kanan dan kiri sekaligus pada salah seorang kerabat menunjukkan risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Faktor genetik mempengaruhi risiko jenis kanker ini, sehingga riwayat seperti ini wajib diperhatikan.

3. Ada kerabat kena kanker payudara kanan-kiri sekaligus

Adanya riwayat kanker payudara yang menyerang sisi kanan dan kiri sekaligus pada salah seorang kerabat menunjukkan risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Faktor genetik mempengaruhi risiko jenis kanker ini, sehingga riwayat seperti ini wajib diperhatikan.

4. Kerabat laki-laki kena kanker payudara

Kanker payudara lebih banyak menyerang perempuan, sebab esterogen yang mempengaruhi risikonya memang adalah hormon seks yang lebih dominan pada perempuan. Apabila ada kerabat laki-laki yang juga terserang penyakit ini, maka ada kemungkinan secara genetik kerabatnya yang lain juga lebih rentan.

4. Kerabat laki-laki kena kanker payudara

Kanker payudara lebih banyak menyerang perempuan, sebab esterogen yang mempengaruhi risikonya memang adalah hormon seks yang lebih dominan pada perempuan. Apabila ada kerabat laki-laki yang juga terserang penyakit ini, maka ada kemungkinan secara genetik kerabatnya yang lain juga lebih rentan.

5. Lebih dari 2 anggota keluarga dekat kena kanker payudara

Mutasi gen tertentu, seperti BRCA 1 dan 2 memang meningkatkan risiko kanker payudara. Selain melalui pemeriksaan, faktor risiko genetik juga bisa diperkirakan dari riwayat keluarga. Pastikan untuk lebih rajin periksa bila ada lebih dari 2 anggota keluarga mengalami kanker payudara.

5. Lebih dari 2 anggota keluarga dekat kena kanker payudara

Mutasi gen tertentu, seperti BRCA 1 dan 2 memang meningkatkan risiko kanker payudara. Selain melalui pemeriksaan, faktor risiko genetik juga bisa diperkirakan dari riwayat keluarga. Pastikan untuk lebih rajin periksa bila ada lebih dari 2 anggota keluarga mengalami kanker payudara.
Halaman 2 dari 12
"Jangan terlalu bangga dulu punya badan ramping dengan payudara besar. Ukuran payudara yang besar biasanya lebih rentan terkena kanker," kata dr Walta dalam peringatan hari kanker sedunia di Putri Duyung Ancol, Jakarta, seperti ditulis pada Senin (10/2/2014).

Menurut dr Walta, ukuran payudara pada perempuan bertumbuh ramping yang besar menunjukkan adanya pengaruh esterogen yang besar. Hormon yang sama juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Tentu saja tidak berlaku jika ukuran payudaranya membesar karena tubuhnya juga gemuk.

"Jangan terlalu bangga dulu punya badan ramping dengan payudara besar. Ukuran payudara yang besar biasanya lebih rentan terkena kanker," kata dr Walta dalam peringatan hari kanker sedunia di Putri Duyung Ancol, Jakarta, seperti ditulis pada Senin (10/2/2014).

Menurut dr Walta, ukuran payudara pada perempuan bertumbuh ramping yang besar menunjukkan adanya pengaruh esterogen yang besar. Hormon yang sama juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Tentu saja tidak berlaku jika ukuran payudaranya membesar karena tubuhnya juga gemuk.

Menurut dr Walta, faktor risiko yang juga harus diwaspadai adalah riwayat keluarga. Jika ada kerabat atau anggota keluarga terkena kanker payudara di bawah usia 40 tahun, maka perempuan dianjurkan untuk lebih sering memeriksa payudaranya sendiri atau ke dokter.

Menurut dr Walta, faktor risiko yang juga harus diwaspadai adalah riwayat keluarga. Jika ada kerabat atau anggota keluarga terkena kanker payudara di bawah usia 40 tahun, maka perempuan dianjurkan untuk lebih sering memeriksa payudaranya sendiri atau ke dokter.

Adanya riwayat kanker payudara yang menyerang sisi kanan dan kiri sekaligus pada salah seorang kerabat menunjukkan risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Faktor genetik mempengaruhi risiko jenis kanker ini, sehingga riwayat seperti ini wajib diperhatikan.

Adanya riwayat kanker payudara yang menyerang sisi kanan dan kiri sekaligus pada salah seorang kerabat menunjukkan risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Faktor genetik mempengaruhi risiko jenis kanker ini, sehingga riwayat seperti ini wajib diperhatikan.

Kanker payudara lebih banyak menyerang perempuan, sebab esterogen yang mempengaruhi risikonya memang adalah hormon seks yang lebih dominan pada perempuan. Apabila ada kerabat laki-laki yang juga terserang penyakit ini, maka ada kemungkinan secara genetik kerabatnya yang lain juga lebih rentan.

Kanker payudara lebih banyak menyerang perempuan, sebab esterogen yang mempengaruhi risikonya memang adalah hormon seks yang lebih dominan pada perempuan. Apabila ada kerabat laki-laki yang juga terserang penyakit ini, maka ada kemungkinan secara genetik kerabatnya yang lain juga lebih rentan.

Mutasi gen tertentu, seperti BRCA 1 dan 2 memang meningkatkan risiko kanker payudara. Selain melalui pemeriksaan, faktor risiko genetik juga bisa diperkirakan dari riwayat keluarga. Pastikan untuk lebih rajin periksa bila ada lebih dari 2 anggota keluarga mengalami kanker payudara.

Mutasi gen tertentu, seperti BRCA 1 dan 2 memang meningkatkan risiko kanker payudara. Selain melalui pemeriksaan, faktor risiko genetik juga bisa diperkirakan dari riwayat keluarga. Pastikan untuk lebih rajin periksa bila ada lebih dari 2 anggota keluarga mengalami kanker payudara.

(up/vit)

Berita Terkait