"Jangan terlalu bangga dulu punya badan ramping dengan payudara besar. Ukuran payudara yang besar biasanya lebih rentan terkena kanker," kata dr Walta dalam peringatan hari kanker sedunia di Putri Duyung Ancol, Jakarta, seperti ditulis pada Senin (10/2/2014).
Menurut dr Walta, ukuran payudara pada perempuan bertumbuh ramping yang besar menunjukkan adanya pengaruh esterogen yang besar. Hormon yang sama juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Tentu saja tidak berlaku jika ukuran payudaranya membesar karena tubuhnya juga gemuk.
"Jangan terlalu bangga dulu punya badan ramping dengan payudara besar. Ukuran payudara yang besar biasanya lebih rentan terkena kanker," kata dr Walta dalam peringatan hari kanker sedunia di Putri Duyung Ancol, Jakarta, seperti ditulis pada Senin (10/2/2014).
Menurut dr Walta, ukuran payudara pada perempuan bertumbuh ramping yang besar menunjukkan adanya pengaruh esterogen yang besar. Hormon yang sama juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Tentu saja tidak berlaku jika ukuran payudaranya membesar karena tubuhnya juga gemuk.
Menurut dr Walta, faktor risiko yang juga harus diwaspadai adalah riwayat keluarga. Jika ada kerabat atau anggota keluarga terkena kanker payudara di bawah usia 40 tahun, maka perempuan dianjurkan untuk lebih sering memeriksa payudaranya sendiri atau ke dokter.
Menurut dr Walta, faktor risiko yang juga harus diwaspadai adalah riwayat keluarga. Jika ada kerabat atau anggota keluarga terkena kanker payudara di bawah usia 40 tahun, maka perempuan dianjurkan untuk lebih sering memeriksa payudaranya sendiri atau ke dokter.
Adanya riwayat kanker payudara yang menyerang sisi kanan dan kiri sekaligus pada salah seorang kerabat menunjukkan risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Faktor genetik mempengaruhi risiko jenis kanker ini, sehingga riwayat seperti ini wajib diperhatikan.
Adanya riwayat kanker payudara yang menyerang sisi kanan dan kiri sekaligus pada salah seorang kerabat menunjukkan risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kanker payudara. Faktor genetik mempengaruhi risiko jenis kanker ini, sehingga riwayat seperti ini wajib diperhatikan.
Kanker payudara lebih banyak menyerang perempuan, sebab esterogen yang mempengaruhi risikonya memang adalah hormon seks yang lebih dominan pada perempuan. Apabila ada kerabat laki-laki yang juga terserang penyakit ini, maka ada kemungkinan secara genetik kerabatnya yang lain juga lebih rentan.
Kanker payudara lebih banyak menyerang perempuan, sebab esterogen yang mempengaruhi risikonya memang adalah hormon seks yang lebih dominan pada perempuan. Apabila ada kerabat laki-laki yang juga terserang penyakit ini, maka ada kemungkinan secara genetik kerabatnya yang lain juga lebih rentan.
Mutasi gen tertentu, seperti BRCA 1 dan 2 memang meningkatkan risiko kanker payudara. Selain melalui pemeriksaan, faktor risiko genetik juga bisa diperkirakan dari riwayat keluarga. Pastikan untuk lebih rajin periksa bila ada lebih dari 2 anggota keluarga mengalami kanker payudara.
Mutasi gen tertentu, seperti BRCA 1 dan 2 memang meningkatkan risiko kanker payudara. Selain melalui pemeriksaan, faktor risiko genetik juga bisa diperkirakan dari riwayat keluarga. Pastikan untuk lebih rajin periksa bila ada lebih dari 2 anggota keluarga mengalami kanker payudara.