Pil ini dirancang khusus untuk meredakan stres oksidatif dan peradangan yang berkaitan dengan usia dan menyebabkan lansia mengalami penurunan fungsi otaknya.
Tak tanggung-tanggung pil yang dikembangkan oleh tim peneliti dari University of Florida ini dibuat dari perpaduan antara berbagai sumber antioksidan seperti buah bluberi dan ekstrak teh hijau serta vitamin D3 dan asam amino yang selama ini memang terbukti dapat meningkatkan fungsi kognitif orang-orang yang mengonsumsinya.
Peneliti juga telah menguji coba khasiat pil antioksidan mereka ini dengan melibatkan beberapa lansia berusia 65-85 tahun. Dua bulan kemudian, 52 partisipan yang diminta mengonsumsi pil ini memperlihatkan perbaikan fungsi kognitif, berdasarkan hasil beberapa tes untuk mengukur daya ingat, proses kecepatan pola pikir, kemampuan verbal hingga kinerja memori.
Dan bila dibandingkan dengan kelompok lain yang diberi pil plasebo (53 partisipan), mereka yang mengonsumsi pil antioksidan juga mengalami peningkatan kecepatan dalam memproses informasi.
"Kecepatan memproses informasi merupakan aspek yang paling sering terpengaruh oleh proses penuaan, terutama di masa-masa awal. Padahal performa dalam pemrosesan informasi ini mempengaruhi kemampuan kognitif lain yang lebih kompleks, seperti daya ingat dan kemampuan verbal," terang salah satu peneliti, Brent Small seperti dilansir NY Daily News, Senin (10/2/2014).
Untuk itu peneliti merasa perlu menciptakan sebuah suplemen yang dapat meningkatkan kecepatan proses tersebut.
Namun meski suplemen ini mengandung antioksidan dengan konsentrasi tinggi, peneliti lebih menyarankan agar lansia mengonsumsi sumber alami dari antioksidan misalkan buah bluberi, teh hijau, dan lemak ikan yang kaya akan asam omega 3 saja.











































