Kena Kanker Kulit, Kini Jackie Terlihat Lebih Muda Usai Operasi Plastik

Kena Kanker Kulit, Kini Jackie Terlihat Lebih Muda Usai Operasi Plastik

- detikHealth
Senin, 10 Feb 2014 16:46 WIB
Kena Kanker Kulit, Kini Jackie Terlihat Lebih Muda Usai Operasi Plastik
Jackie Philips (Foto: Solarpix)
Isle of Man - Operasi plastik bisa jadi ajang ingin tampil beda bagi wanita. Tapi tak seperti itu yang dilakukan Jackie Philips karena operasi plastik yang dijalaninya justru bertujuan mengembalikan lagi kulit pipi dan hidungnya yang digerogoti kanker kulit.

Tak hanya rahang Jackie yang dikencangkan, wajahnya pun yang terlihat miring meski sudah dibedah rekonstruksi sudah disamakan posisinya. Caranya dengan menyuntikkan lemak dari perut ke pipi Jackie.

"Ketika pertama kali operasi untuk mengangkat sel kanker, aku khawatir karena tim medis tak tahu apakah semua hidungku akan diangkat atau tidak. Tapi setidaknya aku beruntung setelah dioperasi aku masih hidup," tutur Jackie seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (10/2/2014).

Wanita berusia 67 tahun ini didiagnosis dengan basal cell carcinoma (BCC), bentuk pertumbuhan lambat dari kanker kulit setelah dokter gigi menemukan ada benjolan di lubang hidung kanannya. Awalnya tak terasa sakit, benjolan yang diperkirakan sudah ada enam sampai tujuh tahun itu mulai membesar.

Layaknya kebanyakan kanker kulit, BCC dipicu oleh paparan sinar matahari. Jackie percaya kondisinya saat ini karena ia dan suaminya, Howard, hobi traveling dengan mobil terbuka setelah mereka pensiun di tahun 1997. BCC tidak bisa diatasi dengan kemoterapi, radioterapi, ataupun operasi sehingga satu-satunya jalan keluar adalah dengan pengobatan.

Setelah dioperasi selama enam jam di Winterbourne Hospital, Dorset, ahli bedah menemukan karsinoma Jackie sudah terbenam di otot dan lemak pipinya, di samping hidung, bahkan sel kanker utama sudah nyaris menyentuh sudut luar mata kanannya.

"Usai operasi, ada luka berdiameter satu inci di pipiku, bagian bawah lubang hidung kananku sudah tidak ada. Akibatnya, sisi kanan wajahku lebih kencang dari yang kiri dan sisi kanan hidungku jadi tidak normal," papar Jackie.

Tahun lalu, ia pun meminta bantuan Kevin Hancock yang bekerja di Private Patient Unit of the Noble's Hospital in Douglas, Isle of Man. Menurut Hancock, Jackie mengalami deformitas signifikan tetapi simetri wajahnya masih bisa diberpaiki. Dengan operasi plastik, Hancock pun menghilangkan jaringan parut di bekas operasi Jackie agar tidak terlalu kencang. Bentuk wajahnya pun dibuat lebih rendah.

Kemudian, sekitar 50 ml lemak yang sudah dipisahkan dari minyak dan darah disuntikkan ke pipinya. "Operasi facelift tradisional mengencangkan dan menarik kulit seperti sedia kala tapi tidak mengembalikan volume wajah. Oleh karena itu, menyuntikkan lemak membuat wajah lebih berisi dan tampak lebih muda," jelas Hancock.

Saat pertama bertemu Hancock, Jackei merasa wajahnya bak kembang kol karena saking bulatnya. Ketika disuntikkan lemak pun, pipinya nampak bengkak dan memar. Tapi, tiga mingu kemudina wajah Jackie sudah bisa kembali normal. Untuk prosedur ini, Jackie dan sang suami harus merogoh kocek sebesar Rp 139 juta.

Data British Association of Aesthetic Plastic Surgeons menunjukkan permintaan operasi plastik untuk tujuan kecantikan jumlahnya meningkat sepuluh persen dari tahun lalu. Hancock yang juga melakukan rekonstruksi wajah untuk pasien kanker kulit di NHS mengatakan pihaknya tidak akan melakukan operasi semacam facelift dalam waktu yang bersamaan dengan operasi pengangkatan kanker.

"Perlu terlebih dulu memastikan bahwa suatu zona dalam tubuh Anda sudah aman dari kanker. Obati dulu kanker kulit dengan benar dan penting diketahui bahwa pasien bukan hanya memiliki pilihan hidup dan dalam kondisi tidak sempurna," pungkas Hancock.





(rdn/vit)

Berita Terkait