Ketika seorang wanita mencapai usia 18 tahun, maka sudah saatnya ia menjadi lebih peka terhadap kesehatan pribadinya. Ada baiknya mulai di usia tersebut wanita melakukan cek rutin ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan, terutama jika ia berencana untuk menjadi seorang ibu kelak.
Dilansir Times of India, Selasa (11/2/2014), semakin muda seorang wanita maka semakin besar kesempatannya untuk bisa hamil dan memiliki anak. Faktanya seorang wanita dilahirkan dengan memiliki lebih dari 1.000.000 sel telur. Namun jumlah yang tampak banyak tersebut akan terus berkurang mulai saat ia mengalami menstruasi kali pertama.
Jumlah ini akan terus berkurang hingga 90 persen menjadi hanya sekitar 150.000 sampai ia mencapai menopause, yaitu di antara usia 40-50 tahun. Sebab sel telur akan semakin berkurang setiap bulannya.
Di antara usia 20-30 tahun seorang wanita akan membawa hanya sekitar 30 persen dari jumlah sel telur normal sebelumnya. Selama akhir usia 30 tahun, sel telur wanita akan turun kembali dan hanya berjumlah sekitar 16 persen dari sel telur sebelumnya. Jumlah ini akan terus berkurang menjadi 2-9 persen di antara usia 30 tahun akhir sampai pertengahan 40 tahun.
Oleh sebab itu, wanita tak hanya harus memperhatikan kondisi kesehatan dan seberapa besar kesempatannya untuk bisa hamil, tapi ia juga harus tahu bagaimana kesehatan anaknya kelak terpengaruh oleh usianya saat hamil. Mereka yang berusia 30 tahun akhir hingga pertengahan 40 tahun biasanya akan membawa lebih sedikit sel telur dan lebih berisiko menjadi abnormal secara genetik.
Dengan mengusung lebih banyak sel telur abnormal, maka lebih tinggi pula risiko keguguran atau hamil bayi dengan down syndrome. Nah, untuk sepenuhnya memahami peluangnya memiliki kehamilan sehat, seorang wanita harus mulai rutin kontrol ke dokter sedini mungkin.
(ajg/vit)











































