Berkat Anjingnya, Wanita Ini Selamat dari Kanker Payudara Ganas

Berkat Anjingnya, Wanita Ini Selamat dari Kanker Payudara Ganas

- detikHealth
Selasa, 11 Feb 2014 15:16 WIB
Berkat Anjingnya, Wanita Ini Selamat dari Kanker Payudara Ganas
Foto: Caters News Agency
New York - Hewan peliharaan tak hanya mengembangkan kemampuan interaksi sosial pemiliknya. Terkadang, mereka juga bisa menjadi penjaga sekaligus penyelamat hidup. Diane Papazian adalah salah satu wanita yang berkesempatan memiliki peliharaan penyelamat.

Papazian mengatakan ia berutang budi pada anjing Dobermannya karena si anjing telah mendeteksi tumor pada payudaranya. Wanita asal New York itu bertutur, saat masih berusia empat bulan, anjingnya terus menyundul bagian payudaranya.

Ia akhirnya menyadari bahwa Troy, anjingya, tertarik pada benjolan di dadanya. Ia pun memutuskan untuk melakukan mammogram meski sudah melakukan pemeriksaan itu enam bulan sebelumnya.

Ternyata benar, Papazian didiagnosis memiliki kanker payudara yang agresif. Wanita berusia 56 tahun itu lantas menjalani masektomi ganda, atau operasi pengangkatan payudara, serta kemoterapi. Kini, ia telah terbebas dari kanker dan merasa sangat berterima kasih pada anjingnya yang setia dan penyayang itu.

"Saya sangat berterima kasih kepada Troy. Dia tidak hanya menakjubkan dan penyayang, tetapi juga menyelamatkan hidup saya," ungkap pemilik Troy, sebagaimana dikutip dari Daily mail, Selasa (11/2/2014).

Troy adalah anjing pertunjukan yang kini menjadi anjing nomor satu di New York dan menduduki peringkat sembilan di Amerika. Ia juga mendapat penghargaan dari American Humane Association sebagai 'Hero Dog of the Year'.

Troy membuat Papazian menemukan benjolan di payudaranya dengan terus menyeruduk ke sisi kiri dada wanita itu hingga menyebabkan gatal-gatal alergi. Ketika mengalami gatal-gatal itu, Papazian menemukan sebuah benjolan serukuran 3 sentimeter di payudaranya.

Indra penciuman anjing 100.000 kali lebih kuat dibanding indra penciuman manusia. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa penciuman anjing dapat mendeteksi gejala kanker. Sebuah studi pada tahun 2003 oleh InSitu Foundation menemukan bahwa anjing dapat mendeteksi adanya kanker payudara dan kanker paru-paru hanya dengan mengendus napas pasien.

Pada tahun 2004, studi lain oleh Buckinghamshire Hospitals Trust and the Charity Cancer and Bio-detection Dogs menemukan bahwa hewan peliharaan itu dapat mendeteksi kanker kandung kemih melalui sampel urine.

Januari 2011 lalu, sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Inggris, Gut, menyebutkan bahwa anjing bernama Marine yang yang telah dilatih selama 8 tahun, dapat mendeteksi adanya kanker usus dengan mengendus napas pasien dengan tingkat akurasi 91 persen. Ketika anjing itu mengendus tinja pasien, akurasi mencapai 97 persen.

Sel-sel kanker diketahui menghasilkan senyawa kimia yang disebut volatil. Volatil merupakan senyawa organik yang mudah menguap dan mengeluarkan bau tertentu. Ilmuwan yakin, anjing memberikan reaksi tertentu terhadap bau itu. Itulah mengapa anjing dapat mendeteksi adanya kanker.

Pasien kanker paru-paru dan kanker payudara diketahui memiliki napas dengan pertanda tertentu. Terdapat senyawa biokimia yang memancarkan zat yang tidak ditemukan dalam jaringan sehat. Anjing dapat dilatih untuk mendeteksi kanker dengan diberikan sampel jaringan berkanker tersebut.

Anjing terlatih juga dapat mendeteksi adanya melanoma, kanker kulit yang berbahaya, hanya dengan mengendus kulit seseorang. Meski demikian, tidak hanya anjing terlatih saja yang bisa mendeteksi kanker. Banyak contoh kasus di mana orang-orang didiagnosis kanker setelah mendapat peringatan dari anjing peliharaan mereka.

(vit/vit)

Berita Terkait