Lupa mengencangkan baut rem. Itulah yang mengakibatkan Nick Matthews mengalami patah leher dan punggung parah ketika motornya menabrak dinding sirkuit balap Oulton Park dengan kecepatan tinggi. Seketika Nick langsung terlempar dari motornya dengan posisi kepala menabrak dinding terlebih dulu.
Saat itu teman-teman yang menyaksikan aksi balapan Nick sempat takut pria berusia 47 tahun ini meninggal dunia. Tapi tim dokter bedah berhasil membuatnya tetap hidup meski mereka mewanti-wanti bila Nick mungkin takkan bisa berjalan lagi.
Kecelakaan tragis itu sendiri terjadi pada bulan Juni 2013. Saat itu Nick yang telah menjadi anggota klub motor selama lima tahun tengah melakukan gladi resik untuk balapan yang akan digelar keesokan harinya. "Saya pergi ke lintasan sehari sebelumnya untuk menjajal motor saya dan melakukan latihan seperti biasa," kisahnya seperti dilansir Daily Mail, Selasa (11/2/2014).
Tapi ketika akan mengencangkan baut remnya, perhatian Nick teralihkan dan ia pun langsung menuju sirkuit, lupa jika bau remnya masih longgar. Hanya tujuh menit berlatih, kecepatannya sudah mencapai hampir 190 km/jam dan bersiap menginjak rem.
Namun ketika ditekan, ternyata rem motor Nick tak bekerja sama sekali, dan hanya dalam hitungan detik, Nick langsung terpelanting ke dinding sirkuit, dengan kondisi kepala yang terlebih dulu mengenai dinding, sebelum akhirnya motor Nick yang seberat 160 kg itu menindih tubuhnya. Teror ini pun terekam oleh sebuah kamera yang terpasang di motornya.
Tim medis yang ada di sirkuit menemukan Nick dalam keadaan pingsan meski berhasil membuatnya bertahan hidup ketika ia mulai berhenti bernapas. Nick lalu dilarikan dengan ambulans udara ke Wythenshawe Hospital, Manchester dalam kondisi kritis.
Ternyata tak hanya lehernya yang patah, tapi juga punggung Nick, termasuk tulang selangka (tulang yang membentuk bahu), enam tulang rusuk, sternum, tulang-tulang di pergelangan tangan serta dua jari. Paru-parunya pun kolaps.
Namun tim dokter ternyata bisa menstabilkan pernapasannya dan tujuh hari kemudian, Nick dipindahkan ke Salford Royal Hospital agar menjalani operasi pemasangan papan logam dari titanium untuk memperbaiki punggungnya.
Dokter juga menggabungkan tujuh tulang belakang Nick untuk memperbaiki tiga tulang belakangnya yang rusak. Barulah tiga hari kemudian atau 10 hari pasca kecelakaan, Nick dapat berdiri lagi untuk pertama kalinya.
Dengan bantuan fisioterapis, secara mengejutkan Nick bisa berdiri meski sebelumnya dokter mengatakan mungkin suami dari Kirsty (38) ini takkan pernah berdiri, apalagi berjalan lagi. Dan tiga minggu pasca kecelakaan, Nick membuat tim dokter kagum karena ia sudah mampu berjalan seperti biasa tanpa alat bantu.
"Saya merasa seperti manusia paling beruntung di dunia dan semua teman-teman saya pun sepakat, terutama mereka yang menyaksikan langsung kecelakaan itu, mereka masih tak percaya saya bisa bertahan, dan berdiri dengan kedua kaki saya lagi," tutur Nick.
Kendati sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, Nick masih harus menjalani dua operasi lagi, begitu juga dengan fisioterapi intensif.
Bahkan pria asal Market Harborough, Leicestershire itu kini sedang sibuk berlatih untuk mengikuti lomba marathon di Berlin pada bulan September tahun ini, meski di tubuhnya harus dipasangi banyak sekrup dan batang logam.
"Tubuh saya memang hancur tapi tidak dengan semangat saya. Hidup di atas kursi roda juga bukan pilihan bagi saya. Mungkin saya takkan memecahkan rekor apapun, tapi saya akan sampai di garis finish," tegasnya.
Nick berharap dapat menggalang dana untuk ambulans udara yang menyelamatkan nyawanya. Tak lupa ia berjanji pada keluarganya untuk tidak mengikuti balapan motor lagi.











































