Pernyataan tersebut datang dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Cambridge University. Mereka meneliti 8.480 orang yang berusia 45 sampai 90 tahun, yang disurvei melalui lembaga European Prospective Investigation of Cancer (EPIC) di Norfolk, Inggris.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39,6 persen wanita mengaku tidak mempunyai masalah untuk tertidur. Angka ini berbanding jauh dengan pria yaitu sebanyak 63,3 persen. Survei juga menunjukkan bahwa bangun terlalu awal merupakan masalah yang paling sering dihadapi oleh banyak orang. Lagi-lagi wanita memiliki angka lebih tinggi dengan 14,7 persen dibandingkan 11,7 persen untuk pria.
Dilansir Hunffington Post, Kamis (13/2/2014), Gejala lain yang menyebabkan tidur terganggu adalah middle insomnia, yaitu tiba-tiba terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk kembali terlelap. Pada pria, hanya 9 persen yang mengalaminya. Sementara 14,7 persen wanita mengaku sering mengalami hal tersebut.
Studi ini juga mengungkapkan bahwa wanita cenderung lebih berlama-lama di tempat tidur daripada pria. Rata-rata wanita mengambil waktu 15 menit lebih lama daripada pria, namun tidur 11 menit lebih sedikit.
Banyak faktor yang membuat seseorang mengalami kesulitan tidur. Namun khusus untuk wanita, detikHealth merangkum beberapa alasan yang mungkin menyebabkan mengapa wanita sering mengalami tidur tak nyenyak:
1. Ngemil di malam hari
Sisa pizza atau sekotak donat yang dibeli tadi siang mungkin begitu menggoda namun ngemil larut malam juga dikatakan dapat menyebabkan gastroesophageal reflux disorder (GERD) yang meningkatkan kadar keasaman perut dan membuat seseorang merasa tak nyaman dan tenang menjelang tidur.
2. Terlalu banyak menonton TV
Jangan pernah lengkapi kamar tidur Anda dengan televisi. Pasalnya aktivitas menonton televisi menjelang tidur dapat meningkatkan detak jantung dan membuat otak menjadi lebih aktif sehingga menyebabkan sulit tidur.
3. Lembur
Kebiasaan lembur di kantor atau membawa pekerjaan ke rumah justru dapat menyebabkan stres yang berujung pada insomnia dan hilangnya selera makan. Membahas tentang bahan pekerjaan yang akan dipresentasikan esok hari atau berdiskusi dengan rekan kerja menjelang jam tidur membuat otak menjadi lebih waspada, termasuk meningkatkan adrenalin dan kadar stres seseorang.
4. Olahraga malam
Rutin berolahraga tentulah kebiasaan baik yang harus diadopsi setiap orang, asalkan tidak dilakukan di malam hari. Menurut para pakar, hal ini ada kaitannya dengan suhu tubuh dan kualitas tidur. Pasalnya seseorang baru bisa tidur jika suhu tubuhnya lebih rendah dari normal, sedangkan olahraga berakibat pada peningkatan suhu tubuh beserta metabolismenya.
(vit/vit)











































