Hal tersebut dibenarkan oleh psikolog, Anna Surti Ariani, S.Psi, M,Si. Menurutnya, dampak yang diberikan akibat kehadiran orang yang dicintai di saat seseorang jatuh sakit, sangatlah besar.
"Kehadiran yang diberikan orang terkasih kepada kita yang mencintainya akan terasa memberikan dorongan bagi kita untuk segera sembuh. Hal tersebut secara tidak langsung akan menyempurnakan perasaan kita kembali," ungkap psikolog yang akrab disapa NIna, saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis pada Jumat (14/2/2014).
Nina mengatakan bahwa sentuhan atau bahkan pelukan yang ikut hadir bersama kehadiran orang terkasih akan memperkuat diri setiap manusia secara emosional sehingga mempengaruhi kemampuan fisik.
Hal senada juga disampaikan Roslina Verauli, M.Psi. Ia menyampaikan bahwa kehadiran orang-orang tercinta dapat membuat emosional pasien menjadi lebih baik, sehingga dapat mempercepat kesembuhannya.
"Adanya kehadiran orang yang dicintai di saat-saat ketika pasangannya membutuhkannya, akan memberikan kesejahteraan emosional yang sangat besar," ujar Roslina, yang akrab disapa Vera ini.
Menurut Vera, inilah yang menjadi perbedaan mengapa orang yang sakit secara tidak disadari akan sembuh lebih cepat ketika pasangannya selalu hadir di sampingnya.
"Kita seakan mendapatkan kesehatan mental. Kenapa? Karena kesehatan mental ini berhubungan dengan perasaan, dengan cinta. Maka apabila kita bisa merasakan cinta, kita pun akan merasa sehat," tutur Vera.
Tidak heran mengapa setiap orang benar-benar membutuhkan kehadiran orang untuk dicintainya. Karena hanya dengan begitulah, kita tidak hanya merasa sehat secara jasmani, namun juga secara 'perasaan'.
(mer/vit)











































