Jauhi Lemak dan Dekati Sinar Matahari Agar Terhindar dari Kanker Payudara

Jauhi Lemak dan Dekati Sinar Matahari Agar Terhindar dari Kanker Payudara

- detikHealth
Jumat, 14 Feb 2014 15:12 WIB
Jauhi Lemak dan Dekati Sinar Matahari Agar Terhindar dari Kanker Payudara
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Ketika terpapar sinar matahari, biasanya orang akan langsung menghindar dan berteduh atau menggunakan alat bantu. Padahal, sinar matahari yang bersinar sebelum pukul 09.00 selain baik untuk kesehatan tulang juga bisa menurunkan risiko kanker payudara, lho.

"Payudara secara alami bisa membentuk vitamin D. Kadar vitamin D yang rendah yaitu di bawah 20 ng/ml meningkatkan risiko kanker payudara 30-50 persen. Jangan takut kena sinar matahari karena itu salah satu sumber vitamin D, dekati saja mataharinya," papar dr Ekky M Rahardja, MS, SpGK.

Lebih lanjut, dr Ekky mewanti-wanti agar masyarakat sebisa mungkin menghindari makanan kaya lemak. Sebab sebuah studi ilmiah menunjukkan bahwa negara dengan konsumsi lemak tinggi memiliki angka kejadian kanker payudara yang lebih tinggi pula.

"Menurut studi The National Institue of Health, diet tnggi lemak bisa meningkatkan risiko kanker payudara," ujar dokter berkacamata ini. Hal itu disampaikan dr Ekky dalam Workshop Peduli Perempuan Indonesia 'Tanda-tanda Kelainan Payudara yang Perlu Diwaspadai' di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2014)

Pengaruh faktor genetik pada kanker menurut dr Ekky bisa dikatakan hanya sedikit. Justru, yang lebih dominan adalah faktor lingkungan seperti radiasi, bahan kimia, rokok, dan makanan yang berpengaruh lebih besar karena seumur hidup seseorang akan selalu makan.

Oleh karena itu, selain lemak, dr Ekky sangat tidak menyarankan konsumsi daging merah. Sebab, ketika dipanaskan dan daging berubah menjadi cokelat, terbentuklah heterocitrid amino. Terutama pada bagian hitam daging yang dipanggang mengandung estrogenik. Hal ini berlaku juga pada daging merah yang digoreng.

"Hindari juga pengawet nitroso compound dalam daging olahan. Maka, batasi konsumsi daging merah dan olahan. Lebih baik daging direbus, disangrai, atau dimasak dengan slow cooker," tegas dr Ekky.

Tak hanya itu sayuran hijau seperti brokoli dan kol juga penting dikonsumsi karena mengandung glukosinolar yang di dalamnya ada mirosinanse untuk menghasilkan indol. Indol ini mengubah estrogen jadi tidak berbahaya.

Selain Indol, di sayuran hijau, kacang-kacangan dan buah juga banyak terkandung asam folat. Nah, berikut ini beberapa tips dari dr Ekky agar para wanita terhindar dari kanker payudara:

1. Pertahankan berat badan normal
2. Hindari pemanis buatan dan pengawet
3. Batasi konsumsi daging merah maksimal 3 porsi per minggu.
4. Jauhi daging yang dipanggang atau setengah matang.
Masak dengan cara lain seperti direbus, dicelup di air mendidih, dan disangrai.
5. Penuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium.
6. Cukupi jumlah lemak 15-20 persen jumlah kalori.

(rdn/vit)

Berita Terkait