Riset 11 Tahun, Peneliti Sepakat Ponsel Tak Sebabkan Kanker

Riset 11 Tahun, Peneliti Sepakat Ponsel Tak Sebabkan Kanker

- detikHealth
Senin, 17 Feb 2014 17:00 WIB
Riset 11 Tahun, Peneliti Sepakat Ponsel Tak Sebabkan Kanker
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Konon radiasi akibat penggunaan ponsel secara berlebihan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pendengaran, gangguan mental hingga tumor otak atau kanker. Namun baru-baru ini sebuah studi akhirnya menyatakan hal itu sama sekali tidak benar.

Studi bertajuk 'The Mobile Telecommunications and Health Research' ini dengan tegas mengatakan tak ada kaitannya antara ponsel dengan gangguan kesehatan apapun. Ini juga berlaku untuk perangkat teknologi komunikasi lainnya seperti telepon tanpa kabel (wireless phones) berikut jaringannya dan tower pemancar siaran TV/radio.

"Ketika program ini pertama kali dibuat, ada begitu banyak simpang-siur terkait risiko kesehatan dari ponsel. Namun setelah 11 tahun meneliti, kami akhirnya menemukan tak ada buktinya bahwa gelombang radio yang dihasilkan ponsel ataupun pemancar operatornya menyebabkan risiko kesehatan tertentu," tandas ketua tim peneliti, Profesor David Coggon seperti dilansir Daily Mail, Senin (17/2/2014).

Hasil studi yang menghabiskan biaya lebih 13,6 juta poundsterling (sekitar Rp 267 miliar) ini sama dengan yang diungkap sebuah studi yang dilakukan Norwegian Expert Committe di tahun 2012. Mereka mengatakan ponsel dan teknologi Wi-Fi tidaklah menyebabkan kanker atau gangguan kesehatan lainnya.

Studi lain yang sesuai dengan temuan baru ini adalah yang dilakukan Imperial College London pada tahun 2011. Menurut peneliti tinggal berdekatan dengan tower operator ponsel tidaklah menambah peluang seorang anak untuk mengidap tumor otak atau tumor pada sistem saraf pusat.

"Kami tidak menemukan pola yang bisa menjelaskan apakah anak-anak yang ibunya tinggal dekat dengan stasiun pemancar selama mengandung berisiko tinggi terkena kanker daripada yang tinggal di daerah lain," kata Profesor Paul Elliot dari Imperial College London.

Setelah mempelajari 16.500 anak penderita kanker di UK, tim peneliti dari Oxford juga menemukan fakta bahwa tinggal di dekat pembangkit listrik tidaklah meningkatkan risiko kanker darah pada anak.



(lil/vit)

Berita Terkait