Ingin Operasi Sedot Lemak? Ketahui Dulu Efek Sampingnya

Ingin Operasi Sedot Lemak? Ketahui Dulu Efek Sampingnya

- detikHealth
Senin, 24 Feb 2014 09:31 WIB
Ingin Operasi Sedot Lemak? Ketahui Dulu Efek Sampingnya
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Liposuction atau operasi sedot lemak kerap dipilih sebagai jalan pintas untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak membandel di tubuh. Tapi sebelum melakukannya, ada baiknya Anda mengetahui efek samping atau bahaya yang mengintai setelah operasi.

Liposuction adalah prosedur pembedahan yang menggunakan teknik hisap untuk menghilangkan lemak dari daerah tertentu di tubuh, seperti dari perut, pinggul, paha, bokong, lengan, atau leher. Liposuction juga membentuk (kontur) daerah-daerah tersebut.

Seperti halnya operasi besar, sedot lemak juga membawa risiko, seperti pendarahan dan reaksi terhadap anestesi. Berikut komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi sedot lemak, seperti dilansir Mayoclinic, Senin (24/2/2014):

1. Penyimpangan kontur
Kulit Anda mungkin tampak bergelombang, berkerut, atau 'layu' karena pembuangan lemak tidak merata, elastisitas kulit buruk dan penyembuhan yang tidak biasa. Perubahan ini mungkin permanen. Kerusakan di bawah kulit dari tabung tipis (cannula) yang digunakan selama liposuction dapat membuat kulit berbintik secara permanen.

2. Akumulasi cairan
Kantong cairan sementara (seromas) dapat terbentuk di bawah kulit. Cairan ini mungkin perlu dikeluarkan dengan jarum.

3. Mati rasa
Anda mungkin merasa mati rasa sementara atau permanen di daerah yang dioperasi. Iritasi saraf juga mungkin terjadi.

4. Infeksi
Infeksi kulit bisa terjadi, meski hanya pada kasus-kasus tertentu. Infeksi kulit yang parah mungkin mengancam nyawa.

5. Lubang internal
Meski jarang terjadi, kanulai yang menembus terlalu dalam bisa menusuk organ internal. Ini mungkin memerlukan pembedahan darurat.

6. Emboli lemak
Potongan lemak yang menempel dapat melepaskan diri dan terjebak dalam pembuluh darah, berkumpul di paru-paru atau melakukan perjalanan ke otak dan menyebabkan emboli. Emboli lemak merupakan keadaan darurat medis.

7. Masalah ginjal dan jantung
Pergeseran tingkat cairan seperti cairan yang disuntikkan dan disedot keluar dapat menyebabkan ginjal dan masalah jantung yang berpotensi mengancam nyawa.

Risiko-risiko komplikasi meningkat jika ahli bedah bekerja pada permukaan yang lebih besar dari tubuh Anda, atau melakukan beberapa prosedur selama operasi yang sama. Pertimbangkan efek samping ini dengan baik sebelum Anda memutuskan melakukan operasi sedot lemak.

(mer/vit)

Berita Terkait