"Rosita dibawa ke sini saat usianya masih beberapa bulan. Orang tuanya sudah meninggal," ujar Yanti, ibu yang mengasuh Rosita di SOS Childrens's Village. Hal itu disampaikannya saat ditemui detikHealth dan ditulis pada Senin (24/2/2014).
SOS Children's Village bukanlah panti asuhan, namun semacam NGO yang antara lain memiliki tujuan memberikan kenangan masa kecil bersama keluarga pada anak-anak yang tidak memiliki kesempatan mendapat pengasuhan dari orang tuanya. Di SOS Children's Village, anak-anak akan mendapatkan kasih sayang dari sosok ibu, serta akan tinggal satu rumah bersama anak-anak lainnya yang kurang lebih memiliki nasib serupa, sebagai keluarga.
Untuk diketahui di SOS Children's Village Cibubur terdapat sekitar 15 rumah. Di mana dalam satu rumah ditempati sekitar 8-12 anak. Setiap satu rumah dilengkapi beberapa kamar mandi agar para penghuninya tidak perlu terlalu lama mengantre mandi.
Kepada detikHealth Rosita sama sekali tidak terbayang wajah orang tuanya. Sebab foto orang tuanya pun dia tidak punya. Saat SMP dia pernah sangat penasaran dengan sosok orang tua kandungnya. Bersama ibu pengasuhnya, Yanti, Rosita pergi ke Bantul, Yogyakarta. Di sana, dia menemui kakek dan neneknya yang sudah sepuh.
"Waktu aku tanya seperti apa sih wajah ibuku, katanya mirip sama aku. Aku minta fotonya, tapi mbahku nggak punya. Karena bukan orang berada jadi mungkin nggak foto-fotoan. Waktu aku tanya di mana makam ayah dan ibuku, mbahku juga sudah lupa. Mereka sudah tua soalnya. Pas aku ke sana lagi, mbah malah sudah meninggal. Ya sudah, sekarang ibuku ya Ibu Yanti," tutur Rosita.
Bagi Rosita, kenangan masa kecilnya diukir di rumah yang saat itu ditempatinya bersama sekitar 8 anak lainnya. Dia bersyukur bisa tinggal di rumah itu dan merasa bahagia karena punya banyak teman dan saudara.
"Di sini kadang sering berantem juga. Aku kan orangnya nggak suka berantakan, jadi adik-adik bilangnya aku itu bossy, suka ngatur. Biasanya berantem karena hal-hal sepele saja," sambung Rosita.
Saat ini Rosita sudah menyelesaikan kuliahnya dan tengah mencari pekerjaan. Menurutnya, beberapa waktu lalu dia pernah bekerja di asuransi dan pernah pula memberikan les kepada anak-anak sekolah. Sayang, dia harus mundur dari pekerjaannya karena asmanya kambuh hingga ada pengecilan di saluran paru-paru.
"Harus banyak istrirahat dan sekarang sudah mendingan. Jadi aku cari-cari kerja lagi. Aku ingin punya penghasilan sendiri. Kalau soal nikah, inginnya sih nanti pas benar-benar sudah mandiri. Mungkin di usia 28 atau 29 tahun," papar perempuan berambut panjang ini.
Rosita juga menceritakan pernah memberikan gaji pertama untuk ibu asuhnya. Bukan apa-apa, Rosita ingin seperti anak-anak lain yang bisa menyenangkan ibunya, meski hanya melalui gaji pertama. "Tapi kata ibu suruh untuk adik-adik, ya sudah aku belikan es krim, makanan," lanjutnya.
Apa keinginan Rosita saat ini? "Ingin dapat kerja. Terus ingin bantu biaya les adik-adikku di sini," katanya sembari tersenyum.
(vit/mer)











































