6 Hal Aneh Ini Justru Bisa Membuat Orang Bahagia

6 Hal Aneh Ini Justru Bisa Membuat Orang Bahagia

- detikHealth
Selasa, 25 Feb 2014 08:30 WIB
6 Hal Aneh Ini Justru Bisa Membuat Orang Bahagia
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Selain kesehatan fisik, kesehatan mental pun penting dijaga supaya seseorang bisa menjalani kesehariannya. Bahagia pun jadi kunci untuk menjaga kesehatan mental. Untuk merasa bahagia, berbagai cara pun dilakukan orang untuk menyenangkan hatinya.

Namun, tahukah Anda jika ada hal-hal yang terlihat aneh tapi justru bisa membuat orang bahagia, seperti dikutip dari Prevention, Selasa (25/2/2014) berikut ini:

ilustrasi (Foto: Thinkstock)

1. Film roman tragis

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Film roman yang berakhir tragis memang bisa membuat Anda menangis di bioskop. Tapi, peneliti di Ohio State University melaporkan setelah menangis tersedu-sedu, plot yang menyedihkan justru membuat Anda bahagia karena bersyukur akan kehidupan Anda yang tak setragis roman tersebut.

1. Film roman tragis

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Film roman yang berakhir tragis memang bisa membuat Anda menangis di bioskop. Tapi, peneliti di Ohio State University melaporkan setelah menangis tersedu-sedu, plot yang menyedihkan justru membuat Anda bahagia karena bersyukur akan kehidupan Anda yang tak setragis roman tersebut.

2. Menua

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Survei baru-baru ini menunjukkan bahwa 42 persen orang yang berusia di atas 50 tahun mengatakan merasa optimis dalam menjalani hidupnya dan 60 persen mengaku merasa lima tahun lebih muda. Hasil ini diperkuat dengan hasil scan otak yang menunjukkan bahwa di usia berapapun, sel di otak yang disebut sel abu-abu akan menimbulkan respons bahagia setiap kita melihat sesuatu yang baik seperti cokelat, bayi yang lucu, dan tindakan kebaikan.

2. Menua

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Survei baru-baru ini menunjukkan bahwa 42 persen orang yang berusia di atas 50 tahun mengatakan merasa optimis dalam menjalani hidupnya dan 60 persen mengaku merasa lima tahun lebih muda. Hasil ini diperkuat dengan hasil scan otak yang menunjukkan bahwa di usia berapapun, sel di otak yang disebut sel abu-abu akan menimbulkan respons bahagia setiap kita melihat sesuatu yang baik seperti cokelat, bayi yang lucu, dan tindakan kebaikan.

3. Senyum palsu

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Berpura-pura senyum terbukti bisa meredakan stres dan membuat suasana hati membaik. Peneliti di University of Kansas menggunakan sumpit yang diletakkan di mulut sukarelawan untuk membuat senyum lebar, senyum standar, dan wajah netral. Beberapa orang juga diminta tersenyum seperti biasa. Mereka kemudian diminta meletakkan tangannya ke air es untuk mengukur kadar stres yang dirasakan. Hasilnya, orang-orang yang tersenyum, walaupun palsu memiliki detak jantung yang lebih rendah dan ini berarti mereka tidak stres.

3. Senyum palsu

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Berpura-pura senyum terbukti bisa meredakan stres dan membuat suasana hati membaik. Peneliti di University of Kansas menggunakan sumpit yang diletakkan di mulut sukarelawan untuk membuat senyum lebar, senyum standar, dan wajah netral. Beberapa orang juga diminta tersenyum seperti biasa. Mereka kemudian diminta meletakkan tangannya ke air es untuk mengukur kadar stres yang dirasakan. Hasilnya, orang-orang yang tersenyum, walaupun palsu memiliki detak jantung yang lebih rendah dan ini berarti mereka tidak stres.

4. Hari Kamis

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Peneliti di London School of Economics melacak suasana hati 45.000 orang melalui aplikasi smartphone yang disebut Mappiness. Hasilnya, Senin dikatakan sebagai hari yang membuat mereka malas, Selasa dan Rabu dianggap sebagai hari yang menyedihkan lalu Kamis-lah hari yang membuat orang paling bahagia karena akan segera memasuki hari Jumat dan akhir pekan.

4. Hari Kamis

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Peneliti di London School of Economics melacak suasana hati 45.000 orang melalui aplikasi smartphone yang disebut Mappiness. Hasilnya, Senin dikatakan sebagai hari yang membuat mereka malas, Selasa dan Rabu dianggap sebagai hari yang menyedihkan lalu Kamis-lah hari yang membuat orang paling bahagia karena akan segera memasuki hari Jumat dan akhir pekan.

5. Menjadi 'Enough Mother'

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Menjadi intense mother yakni terlalu memperhatikan anak-anaknya  sampai mengabaikan kesehatan bisa membuat ibu lebih stres. Maka dari itu perlu bagi para wanita untuk menyeimbangkan kehidupan pribadinya dan perannya sebagai ibu karena tak selamanya juga anak harus selalu berada di bawah pengawasan Anda. Mereka pun ingin memiliki me time.

5. Menjadi 'Enough Mother'

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Menjadi intense mother yakni terlalu memperhatikan anak-anaknya  sampai mengabaikan kesehatan bisa membuat ibu lebih stres. Maka dari itu perlu bagi para wanita untuk menyeimbangkan kehidupan pribadinya dan perannya sebagai ibu karena tak selamanya juga anak harus selalu berada di bawah pengawasan Anda. Mereka pun ingin memiliki me time.

6. Membaca koran

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Studi dari University of Maryland terhadap kegiatan waktu luang yang dilakukan 30.000 orang menemukan bahwa sekadar melongok koran untuk mengetahui kabar terbaru lebih membuat orang senang daripada harus melihat berita di televisi.

6. Membaca koran

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Studi dari University of Maryland terhadap kegiatan waktu luang yang dilakukan 30.000 orang menemukan bahwa sekadar melongok koran untuk mengetahui kabar terbaru lebih membuat orang senang daripada harus melihat berita di televisi.
Halaman 2 dari 14
Film roman yang berakhir tragis memang bisa membuat Anda menangis di bioskop. Tapi, peneliti di Ohio State University melaporkan setelah menangis tersedu-sedu, plot yang menyedihkan justru membuat Anda bahagia karena bersyukur akan kehidupan Anda yang tak setragis roman tersebut.

Film roman yang berakhir tragis memang bisa membuat Anda menangis di bioskop. Tapi, peneliti di Ohio State University melaporkan setelah menangis tersedu-sedu, plot yang menyedihkan justru membuat Anda bahagia karena bersyukur akan kehidupan Anda yang tak setragis roman tersebut.

Survei baru-baru ini menunjukkan bahwa 42 persen orang yang berusia di atas 50 tahun mengatakan merasa optimis dalam menjalani hidupnya dan 60 persen mengaku merasa lima tahun lebih muda. Hasil ini diperkuat dengan hasil scan otak yang menunjukkan bahwa di usia berapapun, sel di otak yang disebut sel abu-abu akan menimbulkan respons bahagia setiap kita melihat sesuatu yang baik seperti cokelat, bayi yang lucu, dan tindakan kebaikan.

Survei baru-baru ini menunjukkan bahwa 42 persen orang yang berusia di atas 50 tahun mengatakan merasa optimis dalam menjalani hidupnya dan 60 persen mengaku merasa lima tahun lebih muda. Hasil ini diperkuat dengan hasil scan otak yang menunjukkan bahwa di usia berapapun, sel di otak yang disebut sel abu-abu akan menimbulkan respons bahagia setiap kita melihat sesuatu yang baik seperti cokelat, bayi yang lucu, dan tindakan kebaikan.

Berpura-pura senyum terbukti bisa meredakan stres dan membuat suasana hati membaik. Peneliti di University of Kansas menggunakan sumpit yang diletakkan di mulut sukarelawan untuk membuat senyum lebar, senyum standar, dan wajah netral. Beberapa orang juga diminta tersenyum seperti biasa. Mereka kemudian diminta meletakkan tangannya ke air es untuk mengukur kadar stres yang dirasakan. Hasilnya, orang-orang yang tersenyum, walaupun palsu memiliki detak jantung yang lebih rendah dan ini berarti mereka tidak stres.

Berpura-pura senyum terbukti bisa meredakan stres dan membuat suasana hati membaik. Peneliti di University of Kansas menggunakan sumpit yang diletakkan di mulut sukarelawan untuk membuat senyum lebar, senyum standar, dan wajah netral. Beberapa orang juga diminta tersenyum seperti biasa. Mereka kemudian diminta meletakkan tangannya ke air es untuk mengukur kadar stres yang dirasakan. Hasilnya, orang-orang yang tersenyum, walaupun palsu memiliki detak jantung yang lebih rendah dan ini berarti mereka tidak stres.

Peneliti di London School of Economics melacak suasana hati 45.000 orang melalui aplikasi smartphone yang disebut Mappiness. Hasilnya, Senin dikatakan sebagai hari yang membuat mereka malas, Selasa dan Rabu dianggap sebagai hari yang menyedihkan lalu Kamis-lah hari yang membuat orang paling bahagia karena akan segera memasuki hari Jumat dan akhir pekan.

Peneliti di London School of Economics melacak suasana hati 45.000 orang melalui aplikasi smartphone yang disebut Mappiness. Hasilnya, Senin dikatakan sebagai hari yang membuat mereka malas, Selasa dan Rabu dianggap sebagai hari yang menyedihkan lalu Kamis-lah hari yang membuat orang paling bahagia karena akan segera memasuki hari Jumat dan akhir pekan.

Menjadi intense mother yakni terlalu memperhatikan anak-anaknya  sampai mengabaikan kesehatan bisa membuat ibu lebih stres. Maka dari itu perlu bagi para wanita untuk menyeimbangkan kehidupan pribadinya dan perannya sebagai ibu karena tak selamanya juga anak harus selalu berada di bawah pengawasan Anda. Mereka pun ingin memiliki me time.

Menjadi intense mother yakni terlalu memperhatikan anak-anaknya  sampai mengabaikan kesehatan bisa membuat ibu lebih stres. Maka dari itu perlu bagi para wanita untuk menyeimbangkan kehidupan pribadinya dan perannya sebagai ibu karena tak selamanya juga anak harus selalu berada di bawah pengawasan Anda. Mereka pun ingin memiliki me time.

Studi dari University of Maryland terhadap kegiatan waktu luang yang dilakukan 30.000 orang menemukan bahwa sekadar melongok koran untuk mengetahui kabar terbaru lebih membuat orang senang daripada harus melihat berita di televisi.

Studi dari University of Maryland terhadap kegiatan waktu luang yang dilakukan 30.000 orang menemukan bahwa sekadar melongok koran untuk mengetahui kabar terbaru lebih membuat orang senang daripada harus melihat berita di televisi.

(rdn/vit)

Berita Terkait