Hai Wanita, Ini Lho 8 Hal yang Bisa Ganggu Hormon Anda

Hai Wanita, Ini Lho 8 Hal yang Bisa Ganggu Hormon Anda

- detikHealth
Rabu, 26 Feb 2014 14:01 WIB
Hai Wanita, Ini Lho 8 Hal yang Bisa Ganggu Hormon Anda
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Para wanita memang sering mengalami perubahan mood secara tiba-tiba. Biasanya mereka cenderung menggunakan hormon sebagai alasan. Meski terkadang hanya jadi alasan agar dimaklumi, menurut sejumlah pakar bisa jadi ini memang benar.

Hal ini karena hormon pada wanita mengatur berbagai aspek, mulai dari selera makan, berat badan, gairah seksual hingga siklus haid. Namun perlu diketahui bila perubahan hormon bukan terjadi begitu saja, ada perilaku tertentu yang dapat menyebabkan hormon dalam tubuh wanita naik-turun.

Apa sajakah itu? Simak paparan tentang 8 hal yang dapat mengganggu kinerja hormon pada tubuh wanita seperti dikutip dari Women's Health, Rabu (26/2/2014) berikut ini.

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

1. Kecanduan cokelat batangan

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula tambahan tak hanya menambah berat badan tapi juga membuat tubuh resisten terhadap insulin, hormon yang bertugas memasukkan gula ke dalam darah sehingga sel-sel tubuh mendapatkan energi yang mereka butuhkan," terang Holly Phillips, M.D.

Akibatnya muncullah gejala pra-diabetes yang disebut sindrom metabolik atau bahkan diabetes tipe 2 itu sendiri.

1. Kecanduan cokelat batangan

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula tambahan tak hanya menambah berat badan tapi juga membuat tubuh resisten terhadap insulin, hormon yang bertugas memasukkan gula ke dalam darah sehingga sel-sel tubuh mendapatkan energi yang mereka butuhkan," terang Holly Phillips, M.D.

Akibatnya muncullah gejala pra-diabetes yang disebut sindrom metabolik atau bahkan diabetes tipe 2 itu sendiri.

2. Stres tengah malam

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Normalnya, kadar hormon stres yaitu kortisol akan cenderung menurun di malam hari sehingga seseorang bisa tertidur pulas. "Akan tetapi jika Anda terus merasa cemas atau gelisah di tengah malam, itu tandanya kadar kortisol Anda terus meningkat," jelas Phillips.

2. Stres tengah malam

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Normalnya, kadar hormon stres yaitu kortisol akan cenderung menurun di malam hari sehingga seseorang bisa tertidur pulas. "Akan tetapi jika Anda terus merasa cemas atau gelisah di tengah malam, itu tandanya kadar kortisol Anda terus meningkat," jelas Phillips.

3. Rutin insomnia

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Ini semacam lingkaran setan, kurang tidur menaikkan kadar kortisol dan kortisol menurunkan kadar gula darah, menyebabkan stres sehingga mendorong keinginan untuk mengonsumsi junk food. Untuk itu mulailah menambah jam tidur Anda dan kadar kortisol Anda pun akan turun dengan sendirinya," kata Phillips.

3. Rutin insomnia

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
"Ini semacam lingkaran setan, kurang tidur menaikkan kadar kortisol dan kortisol menurunkan kadar gula darah, menyebabkan stres sehingga mendorong keinginan untuk mengonsumsi junk food. Untuk itu mulailah menambah jam tidur Anda dan kadar kortisol Anda pun akan turun dengan sendirinya," kata Phillips.

4. Kurang tidur semalam saja

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jangankan rutin insomnia, kurang tidur semalam saja sudah bisa mengakibatkan kadar hormon pengatur rasa lapar bernama leptin menjadi kacau dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa Anda tak butuh makan.

Masalahnya, setelah semalaman kurang tidur itu tadi, tubuh takkan lagi memproduksi leptin dengan jumlah yang tepat sehingga Anda akan kerap merasa sangat lapar di keesokan harinya dan lebih rentan mengalami penambahan berat badan.

4. Kurang tidur semalam saja

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jangankan rutin insomnia, kurang tidur semalam saja sudah bisa mengakibatkan kadar hormon pengatur rasa lapar bernama leptin menjadi kacau dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa Anda tak butuh makan.

Masalahnya, setelah semalaman kurang tidur itu tadi, tubuh takkan lagi memproduksi leptin dengan jumlah yang tepat sehingga Anda akan kerap merasa sangat lapar di keesokan harinya dan lebih rentan mengalami penambahan berat badan.

5. Minum kopi menjelang tidur

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kafein yang terkandung dalam kopi dapat mengirim sinyal ke tubuh agar menambah produksi hormon kortisol, yang tentu saja bisa membuat Anda merasa cemas dan tidak berada dalam kondisi siap tidur. Baiknya, batasi konsumsi kopi Anda tak lebih dari dua cangkir saja sebelum jam 3-4 sore.

5. Minum kopi menjelang tidur

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kafein yang terkandung dalam kopi dapat mengirim sinyal ke tubuh agar menambah produksi hormon kortisol, yang tentu saja bisa membuat Anda merasa cemas dan tidak berada dalam kondisi siap tidur. Baiknya, batasi konsumsi kopi Anda tak lebih dari dua cangkir saja sebelum jam 3-4 sore.

6. Jarang olahraga

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kata Phillips, tanpa olahraga rutin tubuh takkan memproduksi dan melepaskan endorfin dalam jumlah yang optimal. Endorfin adalah zat kimia dalam otak yang membuat seseorang merasa positif dan waspada, menjaga sistem kekebalan tetap berfungsi dengan baik dan meningkatkan kadar hormon seks.

Sebaliknya, semakin banyak Anda bergerak, maka semakin banyak juga endorfin yang dihasilkan tubuh.

6. Jarang olahraga

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kata Phillips, tanpa olahraga rutin tubuh takkan memproduksi dan melepaskan endorfin dalam jumlah yang optimal. Endorfin adalah zat kimia dalam otak yang membuat seseorang merasa positif dan waspada, menjaga sistem kekebalan tetap berfungsi dengan baik dan meningkatkan kadar hormon seks.

Sebaliknya, semakin banyak Anda bergerak, maka semakin banyak juga endorfin yang dihasilkan tubuh.

7. Diet ekstrem

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jangan sembarangan diet, apalagi yang ekstrem. "Penurunan kadar lemak tubuh akibat rejimen diet super rendah kalori atau sesi olahraga yang intens dapat menurunkan kadar estrogen lalu menghentikan siklus bulanan Anda hingga lemak di tubuh Anda kembali pada kadar yang sehat," jelas Phillips.

7. Diet ekstrem

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jangan sembarangan diet, apalagi yang ekstrem. "Penurunan kadar lemak tubuh akibat rejimen diet super rendah kalori atau sesi olahraga yang intens dapat menurunkan kadar estrogen lalu menghentikan siklus bulanan Anda hingga lemak di tubuh Anda kembali pada kadar yang sehat," jelas Phillips.

8. Redakan PMS dengan makan yang manis-manis

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Phillips memastikan jika konsumsi gula saat tengah mengalami PMS takkan meredakan gejala tersebut, malah terkadang dapat membuat mood Anda yang sudah berantakan justru semakin menjadi-jadi.

8. Redakan PMS dengan makan yang manis-manis

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Phillips memastikan jika konsumsi gula saat tengah mengalami PMS takkan meredakan gejala tersebut, malah terkadang dapat membuat mood Anda yang sudah berantakan justru semakin menjadi-jadi.
Halaman 2 dari 18
"Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula tambahan tak hanya menambah berat badan tapi juga membuat tubuh resisten terhadap insulin, hormon yang bertugas memasukkan gula ke dalam darah sehingga sel-sel tubuh mendapatkan energi yang mereka butuhkan," terang Holly Phillips, M.D.

Akibatnya muncullah gejala pra-diabetes yang disebut sindrom metabolik atau bahkan diabetes tipe 2 itu sendiri.

"Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula tambahan tak hanya menambah berat badan tapi juga membuat tubuh resisten terhadap insulin, hormon yang bertugas memasukkan gula ke dalam darah sehingga sel-sel tubuh mendapatkan energi yang mereka butuhkan," terang Holly Phillips, M.D.

Akibatnya muncullah gejala pra-diabetes yang disebut sindrom metabolik atau bahkan diabetes tipe 2 itu sendiri.

Normalnya, kadar hormon stres yaitu kortisol akan cenderung menurun di malam hari sehingga seseorang bisa tertidur pulas. "Akan tetapi jika Anda terus merasa cemas atau gelisah di tengah malam, itu tandanya kadar kortisol Anda terus meningkat," jelas Phillips.

Normalnya, kadar hormon stres yaitu kortisol akan cenderung menurun di malam hari sehingga seseorang bisa tertidur pulas. "Akan tetapi jika Anda terus merasa cemas atau gelisah di tengah malam, itu tandanya kadar kortisol Anda terus meningkat," jelas Phillips.

"Ini semacam lingkaran setan, kurang tidur menaikkan kadar kortisol dan kortisol menurunkan kadar gula darah, menyebabkan stres sehingga mendorong keinginan untuk mengonsumsi junk food. Untuk itu mulailah menambah jam tidur Anda dan kadar kortisol Anda pun akan turun dengan sendirinya," kata Phillips.

"Ini semacam lingkaran setan, kurang tidur menaikkan kadar kortisol dan kortisol menurunkan kadar gula darah, menyebabkan stres sehingga mendorong keinginan untuk mengonsumsi junk food. Untuk itu mulailah menambah jam tidur Anda dan kadar kortisol Anda pun akan turun dengan sendirinya," kata Phillips.

Jangankan rutin insomnia, kurang tidur semalam saja sudah bisa mengakibatkan kadar hormon pengatur rasa lapar bernama leptin menjadi kacau dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa Anda tak butuh makan.

Masalahnya, setelah semalaman kurang tidur itu tadi, tubuh takkan lagi memproduksi leptin dengan jumlah yang tepat sehingga Anda akan kerap merasa sangat lapar di keesokan harinya dan lebih rentan mengalami penambahan berat badan.

Jangankan rutin insomnia, kurang tidur semalam saja sudah bisa mengakibatkan kadar hormon pengatur rasa lapar bernama leptin menjadi kacau dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa Anda tak butuh makan.

Masalahnya, setelah semalaman kurang tidur itu tadi, tubuh takkan lagi memproduksi leptin dengan jumlah yang tepat sehingga Anda akan kerap merasa sangat lapar di keesokan harinya dan lebih rentan mengalami penambahan berat badan.

Kafein yang terkandung dalam kopi dapat mengirim sinyal ke tubuh agar menambah produksi hormon kortisol, yang tentu saja bisa membuat Anda merasa cemas dan tidak berada dalam kondisi siap tidur. Baiknya, batasi konsumsi kopi Anda tak lebih dari dua cangkir saja sebelum jam 3-4 sore.

Kafein yang terkandung dalam kopi dapat mengirim sinyal ke tubuh agar menambah produksi hormon kortisol, yang tentu saja bisa membuat Anda merasa cemas dan tidak berada dalam kondisi siap tidur. Baiknya, batasi konsumsi kopi Anda tak lebih dari dua cangkir saja sebelum jam 3-4 sore.

Kata Phillips, tanpa olahraga rutin tubuh takkan memproduksi dan melepaskan endorfin dalam jumlah yang optimal. Endorfin adalah zat kimia dalam otak yang membuat seseorang merasa positif dan waspada, menjaga sistem kekebalan tetap berfungsi dengan baik dan meningkatkan kadar hormon seks.

Sebaliknya, semakin banyak Anda bergerak, maka semakin banyak juga endorfin yang dihasilkan tubuh.

Kata Phillips, tanpa olahraga rutin tubuh takkan memproduksi dan melepaskan endorfin dalam jumlah yang optimal. Endorfin adalah zat kimia dalam otak yang membuat seseorang merasa positif dan waspada, menjaga sistem kekebalan tetap berfungsi dengan baik dan meningkatkan kadar hormon seks.

Sebaliknya, semakin banyak Anda bergerak, maka semakin banyak juga endorfin yang dihasilkan tubuh.

Jangan sembarangan diet, apalagi yang ekstrem. "Penurunan kadar lemak tubuh akibat rejimen diet super rendah kalori atau sesi olahraga yang intens dapat menurunkan kadar estrogen lalu menghentikan siklus bulanan Anda hingga lemak di tubuh Anda kembali pada kadar yang sehat," jelas Phillips.

Jangan sembarangan diet, apalagi yang ekstrem. "Penurunan kadar lemak tubuh akibat rejimen diet super rendah kalori atau sesi olahraga yang intens dapat menurunkan kadar estrogen lalu menghentikan siklus bulanan Anda hingga lemak di tubuh Anda kembali pada kadar yang sehat," jelas Phillips.

Phillips memastikan jika konsumsi gula saat tengah mengalami PMS takkan meredakan gejala tersebut, malah terkadang dapat membuat mood Anda yang sudah berantakan justru semakin menjadi-jadi.

Phillips memastikan jika konsumsi gula saat tengah mengalami PMS takkan meredakan gejala tersebut, malah terkadang dapat membuat mood Anda yang sudah berantakan justru semakin menjadi-jadi.

(lil/vit)

Berita Terkait