Era Askes Dinilai Lebih Enak dari BPJS, Agum Gumelar: Ini Masih Transformasi

Era Askes Dinilai Lebih Enak dari BPJS, Agum Gumelar: Ini Masih Transformasi

- detikHealth
Rabu, 26 Feb 2014 16:31 WIB
Era Askes Dinilai Lebih Enak dari BPJS, Agum Gumelar: Ini Masih Transformasi
Agum Gumelar (Foto: Reza/detikHealth)
Jakarta - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan oleh Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sudah berjalan hampir dua bulan. Namun berjalannya program ini memang tidak berjalan mulus. Masyarakat bahkan menganggap lebih enak ketika BPJS Kesehatan masih menjadi PT Askes.

Anggapan ini muncul akibat banyak kekurangan yang terjadi di lapangan. Beberapa keluhan masyarakat antara lain jumlah obat yang diberikan lebih sedikit daripada ketika masih Askes. Jika dulu obat untuk pasien kronis rawat jalan diberikan untuk satu bulan, dalam program JKN melalui paket INA-CBG's obat hanya untuk pemakaian 5-7 hari.

Ketua Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) Agum Gumelar mengatakan keluhan itu juga dirasakan oleh anggotanya. Namun jika dikatakan bahwa pelayanan kesehatan pada zaman PT Askes lebih enak, ia mengaku tidak setuju.

"Ini masih dalam proses transformasi dari PT Askes menjadi BPJS Kesehatan. Mengenai anggapan zaman Askes lebih enak itu dikarenakan belum utuhnya pengertian masyarakat tentang transformasi ini," ujar Agum pada acara Silaturahmi BPJS Kesehatan dan Anggotan dan Pengurus PEPABRI di kantor pusat BPJS Kesehatan, Jl Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Rabu (26/2/2014).

Proses transformasi tersebut tentunya membutuhkan waktu. Selama proses transformasi inilah sosialisasi seharusnya terus dilaksanakan. Agum menambahkan bahwa penanggung jawab sosialisasi ini bukan hanya BPJS Kesehatan selaku pelaksana, namun juga seluruh stakeholder terkait.

"Jadi tidak bisa dibilang bahwa sosialisasi hanya tanggung jawab BPJS Kesehatan. Saya selaku ketua PEPABRI yang anggotanya terdaftar dalam JKN pun harus melakukan sosialisasi," terang Agum.

Direktur utama BPJS Kesehatan dr Fahmi Idris berharap bahwa kekurangan-kekurangan yang ada dalam proses transformasi ini akan selesai dalam waktu 3 bulan.

"Saya harap masa transformasi ini akan selesai dalam 3 bulan," paparnya.

Sebagai bentuk sosialisasi kepada para peserta JKN khususnya purnawirawan TNI/POLRI, BPJS memberikan bantuan alat peraga kepada PEPABRI. Alat peraga yang berbentuk pamflet dan poster tersebut diharapkan dapat membantu proses transformasi berjalan mulus.


(vit/vit)

Berita Terkait