Data Tunjukkan Wanita Lebih Sering Sakit Dibanding Pria

Data Tunjukkan Wanita Lebih Sering Sakit Dibanding Pria

Muamaroh Husnantiya - detikHealth
Rabu, 26 Feb 2014 19:45 WIB
Data Tunjukkan Wanita Lebih Sering Sakit Dibanding Pria
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Menyoal siapa lebih sering izin kerja karena sakit, ternyata wanitalah yang lebih sering melakukannya. Wanita hampir 50 persen lebih banyak mengambil cuti sakit dibanding pria. Data ini juga menunjukkan bahwa wanita lebih sering jatuh sakit dibanding pria.

Penyebab utama cuti sakit adalah gangguan otot atau tulang, seperti nyeri punggung dan leher. Kemudian diikuti oleh penyakit ringan seperti batuk dan pilek. Sedang mayoritas sisanya diakibatkan stres, kecemasan, atau depresi.

Menurut data, perempuan rata-rata mengambil sekitar lima hari kerja untuk cuti sakit tiap tahunnya, sedangkan para pria hanya mengambil kurang dari empat hari kerja. Atau dengan kata lain, wanita 42 persen lebih sering mengambil cuti kerja karena sakit. Demikian menurut dara dari The Office for National Statistics Inggris. Para analis menemukan data itu setelah menyingkirkan seluruh faktor lain, termasuk usia, profesi, dan besarnya lingkup kantor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karen Steadman, peneliti di Work Foundation, mengatakan bahwa pria juga lebih sering memaksakan diri untuk tetap bekerja meski seharusnya mereka beristirahat karena sedang sakit.

"Kehadiran kerja lebih tinggi pada pria dibanding wanita. Para pria lebih mungkin tetap pergi bekerja ketika sedang sakit, yang akan memiliki konsekuensi dalam jangka panjang. Keluhan mereka mungkin tidak terdiagnosis dan mereka tidak mendapat penanganan segera," ungkap Steadman seperti dilansir Telegraph dan ditulis pada Rabu (26/2/2014).

Menurut Steadman wanita lebih tahu tentang sistem kesehatan sehingga mereka lebih sadar akan pentingnya kesehatan. Itulah mengapa wanita lebih enteng mengambil cuti sakit dibanding pria.

Meski demikian, lebih banyaknya cuti sakit yang diambil wanita tak sepenuhnya menunjukkan bahwa wanita lebih mudah jatuh sakit. Pasalnya beberapa wanita terpaksa mengambil cuti sakit untuk menangani hal-hal darurat terkait buah hati atau sanak saudara. Peraturan kantor yang ketat membuat mereka terpaksa mengambil cuti sakit untuk menangani hal-hal genting di rumah.

Data menunjukkan bahwa orang yang bekerja di sektor publik 24 persen lebih sering sakit dibanding sektor swasta. Meski demikian, kesejangan itu telah menyusut sejak tahun 1993.

Rasio cuti sakit paling parah ada di sektor kesehatan. Setiap tahunnya, ada 3,4 persen jam kerja yang hilang karena sakit. Sedang di sektor pemerintahan jumlahnya 3 persen dan di sektor swasta hanya 1,8 persen. Penyebab mengapa para karyawan di lingkungan swasta lebih jarang mengambil izin sakit terkait dengan honor yang diberikan.

"Orang yang bekerja di sektor swasta akan mendapat gaji yang lebih sedikit jika sakit, dibanding mereka yang ada di sektor publik," ungkap Jamie Jenkins, analis tenaga kerja pasar di Office for National Statistics.

Besar kecilnya kantor pun ternyata turut memengaruhi banyaknya cuti sakit yang diambil. Data statistik menunjukkan bahwa mereka yang bekerja di kantor yang lebih kecil biasanya lebih jarang mengambil cuti sakit. Penyebabnya adalah karena mereka tidak ingin rekan kerjanya mendapat beban kerja tambahan.



(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads