Para peneliti melaporkan dalam The Journal of the American Medical Association (JAMA) bahwa bisphenol A atau yang lebih dikenal sebagai BPA biasanya masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan kalengan. Namun kini BPA juga bisa masuk dengan sentuhan langsung melalui kulit.
"Meskipun bukan sumber utama paparan, tapi sentuhan dari kertas juga bisa menjadi sumber tambahan yang tidak diketahui sebelumnya," ujar Dr Shelley Ehrlich, dari Cincinnati Children's Hospital Medical Center, Ohio, seperti dikutip dari News Max Health, Kamis (27/2/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pada barang-barang tersebut, BPA rupanya juga ditemukan di dalam kertas termal. Kertas termal ini biasanya digunakan di dalam mesin fax dan masih umum digunakan pada produksi kertas bon, nota, atau bukti bayar. Ia dilapisi dengan bahan yang bisa berubah menjadi hitam ketika diberi efek panas. Nah, printer mesin kasir biasanya mencetak angka dan huruf menggunakan panas.
Sebelumnya BPA telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk gangguan reproduksi dan anomali perkembangan otak pada anak-anak yang terpapar dalam rahim. Tingginya kadar BPA dalam urine juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas di kalangan anak-anak.
Untuk studi terbaru ini, Ehrlich dan rekan-rekannya merekrut 24 mahasiswa antara tahun 2010 dan 2011. Para peserta berusia minimal 18 tahun dan tidak sedang hamil. Pertama, para peserta diminta untuk memegang kertas bon dengan tangan kosong. Satu pekan kemudian, mereka diminta untuk memegang kertas bon dengan mengenakan sarung tangan.
Sebelum mereka memegang kertas bon, para peneliti menemukan 20 dari 24 peserta memiliki sejumlah kecil BPA dalam sampel urinenya. Setelah percobaan pertama, BPA dimiliki oleh semua sampel urine dalam tingkat yang masih di bawah rata-rata. Seiring berjalannya waktu, konsentrasi BPA dalam sampel urine meningkat. Sementara itu, kadar BPA pada urine peserta saat mengenakan sarung tangan tidak ditemukan adanya peningkatan kadar BPA yang signifikan.
Ehrlich mengatakan orang-orang biasa umumnya tidak perlu terlalu khawatir dengan temuan ini, terkecuali pada mereka yang sering kontak dengan kertas tersebut, seperti petugas kasir dan teller bank. Hal ini terutama perlu diwaspadai jika mereka sedang hamil atau berada pada usia subur.
"Anda harus berhati-hati. Kertas tersebut merupakan sumber paparan BPA dan jika Anda banyak berkontak dengannya setiap hari, maka Anda mungkin harus mempertimbangkan penggunaan sarung tangan untuk saat ini. Jika tidak, ada baiknya Anda juga sesering mungkin cuci tangan sepanjang hari," terangnya.
(ajg/vit)











































