Awas! Obat Palsu Bisa Sebabkan Kematian

Awas! Obat Palsu Bisa Sebabkan Kematian

Adisti Lenggogeni - detikHealth
Kamis, 27 Feb 2014 12:15 WIB
Awas! Obat Palsu Bisa Sebabkan Kematian
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Harga yang jauh lebih murah memang menggiurkan. Namun jangan mudah tergoda, utamanya bila yang ditawarkan adalah obat dan kosmetik. Sebab bisa jadi obat dan kosmetik yang lebih murah adalah obat dan kosmetik palsu. Ancaman paling berbahaya dari konsumsi obat palsu adalah kematian.

"Tentu kalau antibiotik palsu berbahaya sekali, karena kalau kadarnya kurang, dan diminum bisa jadi resisten. Kalau itu obat jantung kan digunakan untuk menyelamatkan hidup segera, kalau itu palsu, apa yang terjadi, bisa menyebabkan kematian segera," ujar Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Roy A. Sparringa.

Hal itu disampaikan dia saat ditemui dalam acara konferensi pers Data Peredaran Obat dan Kosmetik Palsu, di @america, Pacific Place, jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Kamis (27/2/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Obat palsu sendiri terdiri dari berbagai macam jenis dan ditawarkan untuk mengobati berbagai penyakit. Terkadang kemasannya dibuat sangat mirip dengan obat asli, sehingga masyarakat sulit untuk membedakan. Walapun dengan obat yang sama, tetapi isinya bisa saja berbeda, bahkan ada yang hanya diisi dengan tepung saja.

Karena itu dampak lain dari obat palsu adalah penyakit juga belum tentu sembuh. Begitu pula dengan kosmetik, bukannya membuat kulit putih dan mulus, bisa jadi wajah malah terasa gatal, atapun menjadi belang warnanya. Alhasil konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengatasi keluhan yang muncul akibat obat dna kosmetik palsu.

Menurut Roy, masalah peredaran obat dan kosmetik palsu ini sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Padahal usaha untuk memberantas obat palsu dan juga ilegal selalu dilakukan oleh berbagai pihak.

"Jelas karena diminati, ada pasar, maka itu ada celah, sehingga ada kemungkinan-kemungkinan mereka memproduksi. Jadi kendalanya karena ada permintaan, masyarakat mau karena obatnya lebih murah," kata Roy.

Untuk itu ia mengimbau agar masyarakat jangan hanya melihat dari nilai ekonominya saja, karena dampak yang ditimbulkan tidak sebanding dengan uang yang dikeluarkan. Senada dengan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), tidak hanya pemerintah saja yang harus bertindak, tetapi juga kesadaran masyarakat harus ditingkatkan. Karena para produsen masih terus akan memproduksi obat dan kosmetik palsu, karena adanya permintaan dari masyarakat.

"Salah satu caranya adalah dengan melibatkan masyarakat itu sendiri. Kalau melakukan edukasi, tanpa melibatkan partisipasi pasti masih banyak kekurangan. Karena pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Harus ada partisipasi dari masyarakatnya juga," kata Widyaretna Buenastuti, Ketua Umum MIAP, yang juga hadir pada acara tersebut.

(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads