Masa ovulasi adalah periode ketika wanita dianggap dalam kondisi subur dan merupakan waktu terbaik untuk hamil. Masa subur kurang lebih terjadi pada hari ke-12 sampai dengan ke-15, dihitung sejak hari pertama haid.
Kristina Durante dari Universitas Texas, San Antonio, telah mempelajari bagaimana siklus ovulasi wanita berpengaruh pada pasangan, pakaian, makanan, dan bahkan calon presiden yang dipilih. Baru-baru ini, ia juga menemukan bahwa saat masa subur, wanita lebih rentan bersitegang dengan wanita lain. Penyebabnya karena pada masa itu kompetisi seksual antarwanita kian memanas.
Beserta rekannya, Vladas Griskevicius, Durante menghelat tiga percobaan untuk mengetes kondisi psikologi wanita saat mereka sedang dalam masa ovulasi. Dalam percobaan itu, mereka memberikan sejumlah uang kepada para partisipan untuk dimainkan dalam sebuah permainan. Para partisipan kemudian diminta berbagi uang itu dengan orang lain.
Hasilnya, jelas. Wanita yang sedang berada dalam masa ovulasi hanya membagikan seperempat uang yang dimiliki. Tingkat kedermawanan mereka hanya setengah kedermawanan wanita yang sedang tidak subur.
Ketika diberi pilihan untuk memaksimalkan kemenangan pribadi atau menjalin hubungan dengan wanita lain, partisipan studi yang sedang berada dalam masa ovulasi memilih untuk mendapat status sosial yang lebih tinggi. Dengan kata lain, mereka lebih memilih untuk mendapat kemengangan sebesar-besarnya dibanding menjalin relasi dengan wanita lain.
"Kami menemukan bahwa wanita yang sedang berovulasi lebih tidak ingin berbagi, ketika orang lain itu adalah wanita. Mereka menjadi lebih jahat pada wanita lain," ungkap Durante.
Hasil penelitian itu juga mengejutkan Griskevicius. Baginya, fakta bahwa saat masa subur wanita sangat mendambakan bisa mengalahkan wanita lain sangat mengejutkan.
Bukti penemuan mereka diperkuat dengan hasil penelitian ketiga. Ketika berbagi uang, wanita yang sedang berada dalam masa subur biasanya lebih dermawan pada pria dibanding pada wanita. Tindakan itu menunjukkan motif seksual untuk menarik pasangan.
Pada eksperimen itu, wanita yang sedang tidak subur memberikan 45% uangnya untuk pria. Sedangkan wanita yang berada dalam masa subur memberikan 60% uangnya. Menurut Durante, tindakan tersebut merupakan bukti lain bahwa pandangan wanita akan berubah selama masa ovulasi tiap bulannya.
"Temuan ini tidak seperti hal lain yang kami temui di permainan 'dictator game'," ujar Durante.
"Biasanya Anda tidak melihat seseorang memberikan lebih dari separuh uangnya. Satu hal yang memungkinkan adalah, kita melihat bahwa wanita yang sedang berovulasi memberikan lebih banyak uang sebagai cara untuk menggoda laki-laki," imbuhnya seperti dilansir Medical Daily dan ditulis pada Senin (3/3/2014).
(vit/vit)











































