dr Annasyah yang membuka praktik pengobatan di Jl Hangtuah Pekanbaru menyebutkan dalam sehari minimal menerima 20 pasien yang berobat. Dari jumlah itu, 90 persen mengeluhkan kesehatannya karena kabut asap.
Jumlah pasien ini meningkat tajam dibandingkan sebelum adanya kabut asap. Menurutnya, sudah dua pekan terakhir tempat praktiknya dijubeli warga.
"Pasien umumnya mengeluhkan karena kabut asap. Mereka umumnya terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)," kata dr Annasyah kepada detikHealth, Senin (3/3/2014).
dr Annasyah menuturkan pasiennya yang mengeluhkan kondisi kesehatannya akibat kabut asap tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Mereka mengeluh tenggorokannya kering, mual, pusing, dan tubuh terasa lemas.
"Apa yang dirasakan warga itu, memang imbas dari kabut asap," kata dr Annasyah yang merupakan alumnus Universitas Sumatera Utara (USU).
Untuk meminimalisir dampak kabut asap ini, dia menyarankan warga menggunakan masker. Terutama jika beraktivitas di luar rumah atau saat menggunakan sepeda motor.
"Tidak boleh dianggap remeh soal kabut asap ini. Karena partikel debu yang halus itu yang akan menyerang tubuh kita. Apa lagi terhadap anak-anak yang paling rentan terserang penyakit," kata dr Annasyah mewanti-wanti.
"Kita menganjurkan juga selama kabut asap terjadi, warga perbanyak minum air dan mengurangi aktivitas di ruangan terbuka," kata dr Annasyah.
(cha/vit)











































